alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Order Gojek Fiktif Berhasil Dibongkar, 8.850 Kartus Axis Ditemukan

50 Buah Ponsel Ikut Diamankan

27 Februari 2020, 17: 00: 33 WIB | editor : Agung Nugroho

KENA BATUNYA: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus order fiktif ojek online yang diamankan di Mapolda Ja

KENA BATUNYA: Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus order fiktif ojek online yang diamankan di Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (26/2). (SURYANTO/RADAR SURABAYA )

Share this      

SURABAYA-Tim Resmob Jogoboyo Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim membongkar kasus order fiktif dengan memanfaatkan aplikasi Gojek. Tersangka M Zaeni, 35, warga Perum Sawojajar I, Jalan Danau Sentani Utara, Malang, ditahan. 

Berdasarkan informasi, kasus order fiktif ini terungkap saat polisi berusaha menangkap bandar perjudian online. Nah, saat diselidiki dan digerebek, di rumah tersangka ditemukan 50 ponsel (HP). Setelah diselidiki, alat komunikasi itu digunakan kejahatan order fiktif tersangka.

Dari puluhan HP tersebut, tersangka memiliki 41 akun sebagai driver Gojek, pemilik restoran 30 akun, dan akun-akun customer fiktif yang digunakan order.

"Tersangka menggunakan aplikasi Gojek untuk meraih keuntungan dengan cara dia memiliki akun bodong yang terkait restoran driver Gojek dan customer," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Pitra Andreas Ratulangi, Rabu (26/2).

Luki menjelaskan, dalam kasus ini yang dirugikan pihak dari Gojek. Modusnya, tersangka melakukan order fiktif, kemudian memburu keuntungan dari poin (bonus) yang diberikan dari aplikasi Gojek.

"Kita (amankan) ada 8.850 sim card Axis yang telah teregistrasi ini bisa digunakan yang jelas untuk kejahatan. Seperti membuat akun bodong, hoaks, dan lainnya," sebutnya.

Jenderal polisi bintang dua itu menerangkan, tersangka baru satu orang. Penyidik masih mendalami dan mengembangkan kasus order fiktif, penggunaan data kependudukan untuk registrasi sim card yang dilakukan tersangka.

"Kita sudah identifikasi ada nama-nama lain. Kerugian dari gojek teridentifikasi ada Rp 400 juta," beber jenderal kelahiran Kudus itu. 

Sementara itu, tersangka M Zaeni mengaku sudah melakukan kejahatan order fiktif sejak Agustus 2019 lalu hingga Februari 2020. Tersangka yang tinggal di Jalan Aris Munandar VII, Sukoharjo, Klojen, Malang, itu meregistrasi ribuan sim card Axis menggunakan kartu keluarga (KK) dan nomor induk kependudukan (NIK) milik orang lain.

"Saya beli (data kependudukan) dari MF. Digunakan untuk login awal," ucap Zaeni di hadapan awak media. Zaeni mengaku setelah digunakan login, otomatis data akan tersimpan dan sim card bisa digunakan. "Saya sejak Agustus buat resto sendiri dan akun order sendiri," katanya. (rus/rek)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia