alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Gandeng Anak Berkebutuhan Khusus Kembangkan Budaya Literasi

27 Februari 2020, 16: 42: 21 WIB | editor : Wijayanto

Kepala Dispusip Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi

Kepala Dispusip Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Perhatian dan kepedulian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya untuk meratakan budaya literasi di kota Surabaya terus dilakukan. Dispusip mendorong anak penyandang disabilitas atau anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kota Surabaya untuk mengembangkan kreativitas dalam berliterasi.

Kepala Dispusip Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi mengatakan, pihaknya mendorong dan mengembangkan kreativitas anak-anak berkebutuhan khusus seperti di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC). Dengan begitu anak-anak di sana mempunyai kepercayaan diri dan memiliki semangat dalam mengembangkan kreativitas.

“Kami mempunyai tim dari Kecamatan Sukolilo yang bertugas melakukan kegiatan di YPAC Surabaya dengan maksud ingin membangun semangat dan meningkatkan kepercayaan diri mereka,” katanya.

Melalui aksesibilitas literasi yang Dispusip sediakan, pihaknya ingin supaya anak-anak di sana lebih percaya diri dan lebih mengenal dengan orang di luar lingkungannya. Karena itu, pihaknya menyiapkan kegiatan-kegiatan berupa pelatihan menulis dan mendongeng.

Bahkan mendatangkan mobil perpustakaan untuk anak-anak di YPAC Surabaya. “Sesuai dengan program kita tahun ini, Gerakan Mendongeng (Gendon) dan menulis seribu. Dari kegiatan itu kita mencoba mendidik anak-anak dari YPAC itu untuk bisa bercerita, untuk bisa mendogeng,” jelasnya.

Melalui gerakan mendongeng, anak-anak di sana akan belajar untuk mengolah pikiran mereka serta berimajinasi menyampaikan ke orang lain berdasarkan fakta buku bacaan. Hal ini akan menjadi sesuatu yang lebih, sebab ia akan belajar untuk mentransfer pikiran ke orang lain.

Dengan belajar menulis, anak-anak akan belajar berkomunikasi dan berbahasa dalam merangkai sebuah kalimat dalam bentuk tulisan, sehingga bisa dipahami orang lain.

“Makanya kita nanti juga melakukan penataan dan membranding perpustakaan di YPAC, termasuk pengelolaan buku-buku dan sebagainya, kita juga awali kegiatan-kegiatan di sana,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Layanan dan Informasi Perpustakaan Dispusip Kota Surabaya Imam Budi Prihanto menjelaskan, setiap hari Selasa dan Rabu, Dispusip menyediakan aksesibilitas literasi untuk anak-anak di YPAC Surabaya.

Aksesibilitas literasi itu berupa pelatihan kelas menulis, kelas kreativitas, hingga mendongeng melalui mobil keliling yang disiapkan. “Dari pola-pola yang notabene bertujuan untuk mencerdaskan anak-anak di YPAC, kita juga melakukan pemetaan. Tujuannya, untuk mengetahui minat dan bakat pada masing-masing anak,” katanya. (rmt/nur)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia