alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

20 Desa Di Kabupaten Sidoarjo Menjadi Lokasi Fokus Stunting

27 Februari 2020, 14: 47: 39 WIB | editor : Agung Nugroho

BIAR SEHAT: Kader Posyandu memantau tumbuh kembang anak terkait asupan gizi di Posyandu.

BIAR SEHAT: Kader Posyandu memantau tumbuh kembang anak terkait asupan gizi di Posyandu. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Berdasarkan Surat Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tentang Penyampaian Perluasan Lokasi Fokus (Lokus) lntervensi Penurunan Stunting Terintegrasi bahwa Kabupaten Sidoarjo termasuk Lokus Stunting di tahun 2020. 

Dengan prevelensi stunting berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) sebesar 27, 1 persen dan berdasarkan hasil pencatatan dan pelaporan masyarakat berbasis elektronik  (e-PPGBM) bulan Agustus hingga Desember tahun 2019 sebesar 23 persen. 

Indonesia saat ini mengalami masalah triple burden dimana stunting dan wasting masih tinggi, masalah gizi obesitas dan kekurangan zat gizi mikro, seperti anemia juga masih menjadi tantangan besar. Hal ini merupakan ancaman besar bagi negara, karena akan berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia ke depannya. 

Karena stunting pada anak balita dapat menggangu perkembangan kognitif. Hal ini akan menurunkan prestasi anak dalam pendidikan yang pada akhirnya akan berdampak menurunnya kualitas SDM. 

Salah satu komponen terpenting dalam pembangunan kesehatan adalah terpenuhinya kebutuhan gizi masyarakat terutama pada periode seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan saat remaja.

Anak balita yang stunting maka akan menjadi remaja yang stunting yang akan mengalami gagal tumbuh sehingga berdampak pada ibu hamil dengan status gizi kurang dan lahir bayi dengan berat badan rendah bila tidak ditangani dengan maksimal.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Sidoarjo Sri Andari menyebut tahun ini lokus stunting ada di 20 desa di delapan kecamatan. Seperti Desa Banjarpanji Tanggulangin, Desa Pangkemiri Tulangan, Desa Kramat Temenggung Tarik, Desa Kedungrejo Jabon, Desa Gelam Candi, Desa Gebang Sidoarjo, Desa Kragan Gedangan dan Desa Buncitan Sedati.

“Ditinjau dari tingkat kemiskinan, prevelensi stunting dan perubahan pola hidup,” katanya. 

Andari mengatakan bahwa penurunan angka stunting harus melibatkan banyak sektor. Seperti Dinas Perikanan, Dinas Pangan dan Pertanian, Dinas Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. “Apalagi ada himbauan penggunaan dana desa untuk menurunkan stunting,” imbuhnya. 

Stunting, lanjut Andari bukan sekedar bertubuh pendek, tapi kemampuan kognitif seseorang sangat rendah. “Dia gagal tumbuh. Stunting apabila dibiarkan akan menurunkan SDM kedepan,” tandasnya. (rpp/nis)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP