alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Diprotes Warga Perum YKP, Terminal Suroboyo Bus Belum Jelas

27 Februari 2020, 13: 02: 43 WIB | editor : Wijayanto

POLEMIK: Lahan fasum di Perum YKP yang akan dibangun terminal Suroboyo Bus.

POLEMIK: Lahan fasum di Perum YKP yang akan dibangun terminal Suroboyo Bus. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya berencana membangun terminal Suroboyo Bus di dekat Middle East Ring Road (MERR), Gunung Anyar, Surabaya.

Ketua Ketua Fraksi Partai Golkar Surabaya Arif Fathoni meminta dishub meninjau kembali rencana tersebut karena lahan itu merupakan fasilitas umum dan fasilitas sosial (fasum-fasos) Yayasan Kas Pemkot (YKP) Surabaya.

“Fasum-fasos itu hak warga Perumahan YKP. Sampai saat ini belum diserahkan kepada warga,” kata Arif Fathoni.

Menurut dia, fasum itu milik warga Rungkut Asri Timur. Sampai saat ini warga belum menikmati lahan fasum dan fasos. Setelah YKP diambil alih oleh Pemkot Surabaya, warga antusias lantaran fasum itu bakal diberikan kepada mereka.

“Mengapa membangun terminal di situ? Pemkot itu punya lahan yang luas di Gunung Anyar,” tegasnya.

Fathoni menjelaskan, meskipun masih dalam tahap rencana, Komisi A akan memanggil Dishub Kota Surabaya dan warga YKP. “Agar cepat diatasi,” katanya.

Suyanto, warga RT 9 RW 10, Rungkut Kidul, mengaku sudah mendengar rencana pembangunan terminal bus di lingkungannya. Dia mengaku keberatan. “Kami tidak punya balai RW, apalagi tempat olahraga. Bahkan, tempat buang sampah pun tidak punya,” katanya.

Sementara itu, Kabid Angkutan Dishub Surabaya Soenoto mengatakan, pihaknya masih mengkaji rencana pembangunan terminal Suroboyo Bus. Sebab, armada bus milik pemkot itu akan bertambah lagi.

Sekarang 20 unit dan akan bertambah delapan bus pada Oktober mendatang. Pool Suroboyo Bus saat ini terletak di Terminal Tambak Oso Wilangun dan Kedung Cowek.

Soenoto mengungkapkan, sebelumnya pihaknya berencana menggunakan tanah aset YKP di Gunung Anyar itu. Namun, karena adanya polemik akhirnya diurungkan. “Kami kaji lagi ternyata kurang luas sehingga tidak bisa menampung Bus Suroboyo,” ungkapnya.

Soenoto menambahkan, dishub ingin pool Suroboyo Bus tidak jauh dari koridor selatan, timur, utara, dan barat sehingga mudah dijangkau warga. “Keamanannya juga terjamin,” katanya. (rmt/rek)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP