alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Ekonomi Sidoarjo
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Disperindag Targetkan Semua Produk UMKM Binaan Masuk Retail 

27 Februari 2020, 12: 59: 50 WIB | editor : Agung Nugroho

PENDAMPINGAN: Temu bisnis UMKM dan pengusaha retail membahas sinergi keduanya. 

PENDAMPINGAN: Temu bisnis UMKM dan pengusaha retail membahas sinergi keduanya.  (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sidoarjo memiliki 248 ribu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), 27 merek toko modern dengan jumlah outlet keseluruhan mencapai 471 unit. Dalam Perda Nomor 10 Tahun 2019 tentang Penataan Toko Swalayan Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendorong toko modern bisa bermitra dengan pelaku UMKM. 

Setelah mensosialisasikan perda ini pada pengusaha retail akhir November tahun lalu, kemarin (26/2) Dinas Perindustrian dan Pedagangan (Disperindag) Sidoarjo mempertemukan pelaku UMKM dengan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Asprindo) Jawa Timur. “Mau tidak mau harus. Semua produk UMKM binaan harus masuk retail,” tegas Kepala Disperindag Sidoarjo, Tjarda. 

Menurutnya, hal-hal yang menjadi penghalang minat pelaku UMKM untuk masuk ke retail harus segera diatasi. Seperti pembayaran keuntungan penjualan yang butuh waktu lama. Waktunya hingga tiga sampai enam bulan.

Padahal, perputaran modal yang cepat menjadi keinginan pelaku UMKM. Dengan sistem pembayaran yang lama, UMKM tidak bisa produktif. “Artinya jangan malah yang kecil support yang besar,” ungkapnya.

Di perda tersebut ketentuan persentase produk UMKM yang masuk ke retail sudah jelas. Kategori minimarket paling sedikit dua persen dari luas lantai penjualan. Supermarket, department store, hypermarket ataupun grosir paling sedikit satu persen dari penjualan tiap gerai. “Semua standar yang diminta retail kita bisa dampingi. Packaging dan perizinan. Selama ini kesulitan di bidang pemasaran. Jangan sampai retail itu dianggap tidak peduli,” jelas Tjarda.

Pengurus Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Asprindo) Jawa Timur Tjatur Ermitajani Judi mengapresiasi banyaknya produk UMKM yang berdaya saing tinggi. Terkait pembayaran penjualan yang relatif lama, Tjatur menyebut perlu ada peningkatan komunikasi antara retail dan pelaku UMKM.

Dia memberi tips bahwa pelaku UMKM wajib punya pengetahuan karakteristik penjualan di seluruh retail. “Retail punya market sendiri, UMKM harus paham itu,” terangnya. (rpp/vga)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia