alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Nunggak Pajak Rp 3,9 Miliar, Bos Perusahaan Air Minum Ditahan

27 Februari 2020, 11: 49: 30 WIB | editor : Agung Nugroho

TEGAS: Bos perusahaan air minum, L (kanan) saat diserahkan ke rutan Ponorogo. 

TEGAS: Bos perusahaan air minum, L (kanan membelakangi lensa) saat diserahkan ke rutan Ponorogo. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Bos perusahaan air minum asal Madiun, L, harus mendekam di penjara. Ia dititipkan di rutan Ponorogo karena memiliki tunggakan pajak senilai Rp 3,29 miliar.

Kepala Kanwil DJP Jatim II Lusiani mengatakan, penyanderaan atau gijzeling dilakukan sejak Selasa (25/2) lalu. "Lamanya enam bulan, statusnya bukan terpidana, tapi dititipkan," paparnya.

Mulanya, L terdeteksi memiliki tunggakan pajak senilai Rp 3,29 miliar sejak 2017. Petugas perpajakan sudah banyak melakukan langkah persuasif kepada L. Mulai dari teguran hingga melayangkan surat paksa.

Sayang, upaya itu tak membuahkan hasil. Petugas pajak akhirnya memutuskan untuk melakukan penyanderaan atau gijzeling kepada L. "Hal itu untuk memberikan efek jera," ucapnya.

Lusiani menerangkan, L dapat bebas dengan catatan melunasi tunggakan pajak yang dimilikinya. "Dari pengalaman, para penunggak pajak banyak yang memilih melunasi dibandingkan harus lama di penjara," katanya.

Sementara itu, Prasetyo, KPP Pratama Madiun menegaskan, proses penyanderaan juga mempertimbangkan kondisi wajib pajak. Salah satunya potensi kemampuan melunasi pajak yang menunggak. "Asetnya banyak, perusahaan juga masih jalan,"terangnya.

Dengan adanya penyanderaan itu, diharapkan mampu memberikan efek jera pada penunggak pajak. Mereka diharapkan tertib membayar tunggakan apabila tidak ingin dititipkan di penjara. (son/vga)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia