alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Gresik
icon featured
Gresik
Antisipasi Kekecewaan Ortu yang Rumahnya Jauh

PPDB Jalur Zonasi Bakal Terapkan Sistem Ring

27 Februari 2020, 09: 36: 14 WIB | editor : Wijayanto

BATAS JARAK: Proses PPDB di salah satu SMP negeri di Gresik tahun lalu. PPDB tahun ini tetap bakal diberlakukan sistem zonasi dengan modifikasi pemberakuan sistem ring atau batas jarak sekolah dari rumah.

BATAS JARAK: Proses PPDB di salah satu SMP negeri di Gresik tahun lalu. PPDB tahun ini tetap bakal diberlakukan sistem zonasi dengan modifikasi pemberakuan sistem ring atau batas jarak sekolah dari rumah. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gresik bakal memutuskan pemberlakuan ring atau batasan jarak untuk jalur zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020. Hal itu untuk mengantisipasi kekecewaan wali murid yang akses rumahnya terlalu jauh dari sekolah negeri. 

Kepala Dispendik Gresik Mahin mengatakan, sistem ring akan berlaku hanya untuk jalur zonasi. “Kuota zonasi hanya 50 persen, dari total itu nanti dibagi tiga ring,” kata Mahin kepada Radar Gresik, kemarin.

Dipaparkan, untuk ring 1 yakni satu kilometer dari jarak sekolah. Kuota ring 1 mencapai 35 persen. Kemudian, 10 persen berlaku untuk ring 2 dengan kisaran jarak rumah di atas satu hingga tiga kilometer. Di atas tiga kilometer masuk ring tiga dengan kuota 5 persen.  “Pembagian ring ini dilakukan karena kami akui sekolah negeri belum merata,” jelasnya.

Misalnya, lanjut Mahin, di zona I yang terdiri Kecamatan Kebomas, Manyar dan Gresik, banyak anak yang terpental tidak diterima di sekolah negeri. Selain jumlah anak di lingkungan tersebut banyak, ada jarak sekolah yang terlalu jauh dengan rumah siswa. Seperti siswa yang tinggal di Suci akan tergeser ketika daftar di SMPN 2 Kebomas.

“Jumlah siswa di daerah Randuagung Kebomas itu banyak. Yang dari Suci Manyar mau ke SMPN 2 Kebomas pasti tergeser karena di daerah sana belum ada sekolah negeri, ke Randuagung juga sudah penuh,” ungkapnya. Dengan pembagian ring itu, Mahin berharap bisa meminimalisir diskriminasi terhadap siswa yang rumahnya masuk zonasi tapi jaraknya terlalu jauh dari sekolah. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Nur Muslicha menambahkan, selain jalur zonasi  yang mendapatkan kuota 50 persen, 30 persen akan diberikan untuk jalur prestasi. Kemudian, 15 persen untuk jalur bidik misi atau siswa tidak mampu, sisanya 5 persen untuk  siswa pindahan luar kota.

“Secepatnya akan kami sosialisasikan supaya orang tua dan siswa mempersiapkan seluruh berkas untuk masuk sekolah negeri,”pungkasnya. (han)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP