alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Gresik
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Buronan Sebulan, Kawanan Pencuri Dragbar Dibekuk

26 Februari 2020, 19: 59: 19 WIB | editor : Wijayanto

DIBEKUK: Ketiga tersangka kasus pencurian dibekuk anggota reskrim Polsek Cerme.

DIBEKUK: Ketiga tersangka kasus pencurian dibekuk anggota reskrim Polsek Cerme. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pelarian Slamet Riyadi, 40, bersama dua orang temannya berakhir. Jajaran reskrim Polsek Cerme berhasil menangkap ketiga pelaku usai  menjadi buronan pencurian 45 dragbar atau tandu darurat di Perumahan Alam Singgasana Blok A No.2, Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Jumat (17/1) 

Kapolsek Cerme AKP Nur Amin mengatakan, ketiga tersangka adalah bernama Slamet Riyadi , 40 , warga Dusun Sawahan RT 03 RW 08, Desa Gedangkulut, Kecamatan Cerme.

Dia mencuri bersama Nanang Heru Santoso , 38 , warga Desa Banyutami RT 02 RW 01, Kecamatan Manyar dan Mohammad Fajri Syafii , 36 , warga jalan Martadinata 01 RT 03 RW 04, Desa Tlogo Pojok, Kecamatan Gresik. “Ketiga pelaku mencuri 45 dragbar ukuran 8mm x 300 mm x 1200mm,” ungkap Amin.

Dragbar dicuri di teras rumah PT Karya Budi Hutomo. Dragbar diangkut dan dimasukkan ke dalam mobil. Dikatakan, tersangka Hery berperan sebagai otak pencurian.

Pria tamatan Sekolah Dasar (SD) itu membawa puluhan dragbar ke dalam pikap Mitsubishi L 300 Nopol W 8816 G. Akibat pencurian itu, PT  Karya Budi Hutomo mengalami kerugian materiil sekitar Rp 90 juta.  "Dia mengaku sebagai pegawai PT Karya Budi Hutomo kepada satpam saat keluar perumahan," ucapnya.

Mereka tidak sadar aksinya itu terekam closed circuit television (CCTV). Saat petugas melakukan penyelidikan, ternyata mobil pikap yang dipakai pelaku milik Mohamad Tadi.

Diketahui, penyewa mobil adalah Slamet Riyadi. Polisi bergerak menangkap pria tamatan SD di rumahnya Cerme, Minggu (23/2). "Dua tersangka lainnya, Nanang dan Fajri ditangkap di Banyutami, Manyar," kata dia.

Kanit Reskrim Polsek Cerme, Bripka Mahrizal menambahkan, 45 drakbar itu telah laku dijual di Surabaya. Mereka menjual kepada pengepul besi tua bernama Dul Rp. 4,6 juta.

"Uang hasil curian itu dibagi tiga. Katanya buat makan. Sekarang sisa Rp 750 ribu saja," tutupnya.

Sejumlah barang bukti disita petugas mulai dari satu unit mobil Pick Up Mitsubishi L 300 W 8816 G, uang sebesar Rp 750 ribu, satu handphone dan satu flash disk rekaman CCTV.

“Mereka terancam pidana pencurian pada pasal 363 KUHP,” pungkas Mahrizal. (yud/han)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia