alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Diduga Korban Perampokan, Warga Ganting Tewas Bersimbah Darah

26 Februari 2020, 19: 10: 18 WIB | editor : Agung Nugroho

NAHAS: Korban (dua dari kiri) semasa hidupnya.

NAHAS: Korban (dua dari kiri) semasa hidupnya. (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Warga Desa Ganting digegerkan dengan peristiwa berdarah, Rabu (26/2) siang. Salah satu warganya, Siti Fadhillah, 48, warga Dusun Ganting, RT 01/RW 03, Desa Ganting, Gedangan ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya. Kejadian tersebut diketahui oleh anak korban saat sepulang kuliah sekitar pukul 11.30, pada Rabu (26/2).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji yang memimpin olah TKP menjelaskan, pihaknya akan mengupayakan penyelidikan agar segera terungkap. Dia memerintahkan seluruh anggotanya untuk mengungkap kasus tersebut. “Pelaku akan segera diburu dan diamankan,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (26/2).

Menurut hasil olah TKP bersama tim identifikasi Polresta Sidoarjo, pihaknya menemukan korban telah meninggal dalam keadaan tengkurap. Terdapat luka yang tidak teratur di sekitar kepala korban. Kemungkinan korban mendapatkan pukulan menggunakan benda tumpul. “Ini masih hasil penyelidikan sementara dan akan dikembangkan,” bebernya.

Sumardji mengatakan, dalam kejadian yang menimpa ibu empat anak tersebut diperkirakan ada barang berharga yang hilang. Namun, pihaknya belum dapat menyampaikan secara pasti sebab masih menunggu hasil penyelidikan.

“Hal itu kaitannya dengan motif pembunuhan. Saat ini belum dapat dipastikan motif yang dilakukan pelaku. Saya akan memerintahkan agar proses penyelidikan dilakukan secepat-cepatnya,” tegasnya.

Kepala Dusun Ganting Supali menambahkan, yang pertama kali menemukan korban adalah anak ketiga bernama Firli. Saat itu, saksi pulang kuliah. Menurut keterangan saksi, korban tersebut sendiri di lokasi kejadian. “Sebab anaknya yang kecil sekolah dan anak ketiga pergi kuliah bersama sekitar pukul 08.30,” ungkapnya.

Selain itu, suami korban Sugiyanto, 47, tidak sedang berada di rumah karena pekerjaannya di sebuah pelayaran. Korban bersama dua anaknya dan sesekali anak pertama dan kedua datang menjenguk bersama menantu korban. “Dhila (sapaan korban, Red) memang jarang keluar rumah dan memiliki perhiasan yang banyak,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia