alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Features Sidoarjo
icon featured
Features Sidoarjo
Inovasi Kampung Literasi Desa Tebel Gedangan

Hadirkan Teras Baca Plus Untuk Masyarakat 

26 Februari 2020, 18: 21: 28 WIB | editor : Agung Nugroho

PEDULI MINAT BACA: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi di perpustakaan teras barat Desa Tebel Gedangan. 

PEDULI MINAT BACA: Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo Asrofi di perpustakaan teras barat Desa Tebel Gedangan.  (IST)

Share this      

Sejak berkomitmen menjadi kampung literasi, Desa Tebel di Kecamatan Gedangan terus berinovasi. Selain menghadirkan suasana kampung asri penuh tanaman hijau dengan dinding dihiasi mural dan terdapat mini library (mili) di beberapa titik. Kini, kampung literasi Desa Tebel kembali menghadirkan sebuah teras baca. Lengkap dengan berbagai layanan pembekalan keterampilan. 

Rizky Putri Pratimi/Wartawan Radar Sidoarjo

Sekilas memang teras baca yang berada di RT 05, RW 01, Dusun Tebel Barat, Desa Tebel seperti perpustakaan pada umumnya. Berbagai judul buku berjajar rapi di rak yang ada. Tapi pengelola kampung literasi ini tidak ingin perpustakaan hanya dijadikan jujukan untuk membaca.

Tetapi tetapi juga dilengkapi dengan berbagai aktivitas lain. Seperti konsultasi psikologi anak hingga menu makanan tradisional beserta proses pembuatannya.

Iffa Suraiyah, penggerak kampung literasi Tebel Barat berharap dengan munculnya kampung-kampung literasi seperti ini, dapat berkembang di sejumlah desa lainnya di Sidoarjo.

"Kami siap dijadikan sumber pembelajaran out door. Karena di kampung literasi lengkap fasilitasnya. Mulai buku dan perpustakaan menjadi pusat kegiatan, internet corner yang digratiskan, Warung (Pawon Si Mbah) hingga Art Stone (seni melukis batu) yang ditangani seniman Dewan Kesenian Daerah (Dekesda) serta bimbingan konseling,” terangnya. 

Kepala Dikbud Sidoarjo Asrofi juga berharap teras barat ini dapat dijadikan sumber pembelajaran kalangan siswa Kelompok Bermain (KB) atau Play Group (PG), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Hal ini sejalan dengan program pembelajaran out door dari Kemendikbud. “Ini bisa menjadi referensi tempat belajar luar ruang mereka,” katanya. 

Kampung literasi ini terus dikembangkan dan akan merata, maka layak menjadi sumber belajar out door learning bagi para pelajar. 

Selain itu, lanjut Asrofi lembaga sekolah yang bakal menggelar out door learning dapat memanfaatkan dua bus yang disediakan Dikbud. Dua unit bus itu bisa dimanfaatkan belajar diluar bagi siswa, guru maupun pengawas.

Menyusul adanya target Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang mencakup tiga elemen yakni sekolah, masyarakat dan keluarga. “Karena generasi unggul harus banyak membaca dengan bacaan yang menyenangkan," tegasnya. (*/nis) 

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP