alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Kabupaten Sidoarjo Tambah 8 Forum Kecamatan Sehat

26 Februari 2020, 18: 16: 43 WIB | editor : Agung Nugroho

MASIH ADA: Salah satu jamban terbuka di Kecamatan Sedati. Tahun ini Forum Kabupaten Kota Sehat akan membentuk Forum Kecamatan Sehat di Sedati.

MASIH ADA: Salah satu jamban terbuka di Kecamatan Sedati. Tahun ini Forum Kabupaten Kota Sehat akan membentuk Forum Kecamatan Sehat di Sedati. (IST)

Share this      

SIDOARJO–Percepatan menuju kabupaten bebas buang air besar sembarangan atau  Open Defecation Free (ODF) dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Forum Kabupaten Kota Sehat (FKKS). Yakni dengan membentuk forum kecamatan sehat. 

Di Sidoarjo sebenarnya sudah ada 10 forum kecamatan sehat ini. Tetapi hanya Kecamatan Gedangan, Sukodono, Waru, Taman dan Sidoarjo saja yang aktif. 

“Aktif dan pasifnya forum ini tergantung komitmen dari camat dan kepala puskesmas setempat,” kata Ketua FKKS Sidoarjo dr. M. Ali Arifin kepada Radar Sidoarjo Selasa (25/2). 

Untuk saat ini Sidoarjo masih kalah dengan Lamongan dan Pacitan yang sudah bebas dari jamban terbuka. Ali Arifin mendorong kepala puskesmas, camat atau kepala desa untuk menggerakkan kesadaran warga betapa pentingnya jamban untuk kesehatan. 

Dinkes menyebut sudah 111 desa bebas buang air besar sembarangan. Target tahun ini 80 persen desa bisa menyusul. Melalui forum kecamatan sehat tersebut. Apalagi Sidoarjo telah mendapat penghargaan Swasti Saba Wiwerda dan berkeinginan mendapat predikat Swasti Saba Wistara. “Karena standar ODF nya tinggi, jadi harus dipercepat,” katanya lagi. 

Tahun ini forum kecamatan sehat akan dibentuk di Kecamatan Porong, Jabon, Tarik, Balongbendo Tanggulangin, Krembung, Prambon dan Sedati.

“Untuk menggebyarkan ODF ini. Kita advokasi dengan Pemkab. Kita dorong kampanye besar-besaran,” tegas warga Candi itu. 

Sementara itu Kepala Puskesmas Sedati dr. Fauzi Basalamah menargetkan ada penambahan dua sampai tiga desa ODF. Sekarang masih tujuh desa di Sedati sudah ODF. Diantaranya Betro, Cemandi dan Pulungan. “Kita prioritaskan desa di pesisir pantai,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg. Syaf Satriawarman, Sp. Pros ingin sosialisasi lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) lebih digiatkan. Program ini fokusnya, Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum-Makanan Rumah Tangga (PAMM RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PS RT) dan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC RT).

Buang air besar sembarang di sungai akan berdampak besar bagi kesehatan. Air yang tercermar limbah kotoran manusia dan tercampur dengan limbah lainnya, mengandung bakteri escherichia coli atau e-coli yang menyebakan sakit diare dan bakteri salmonella yang bisa memicu penyakit tifus. (rpp/nis) 

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia