alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Armuji Ajak Bumantik Sosialisasi Pencalonan Pilkada Surabaya

26 Februari 2020, 16: 58: 13 WIB | editor : Wijayanto

SOSIALISASI: Pencalonan Armuji bersama Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020 di Gedung Wanita dengan mengundang Kader Bumantik.

SOSIALISASI: Pencalonan Armuji bersama Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020 di Gedung Wanita dengan mengundang Kader Bumantik. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Armuji terus melakukan  sosialisasi majunya di Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya 2020. Kali ini sosialisasi digelar di Gedung Wanita. Sosialisasi kali ini dilakukan dengan mengundang ribuan Kader Ibu Pemantau Jentik (Bumantik) dari dua kecamatan, yaitu Gubeng dan Sukolilo.

PARTISIPASI: Armuji saat pencalonan dirinya bersama Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020 di Gedung Wanita dengan mengundang Kader Bumantik.

PARTISIPASI: Armuji saat pencalonan dirinya bersama Eri Cahyadi di Pilwali Surabaya 2020 di Gedung Wanita dengan mengundang Kader Bumantik. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Meski Kader Bumantik merupakan kader yang dibentuk oleh Pemkot Surabaya dan mendapatkan SK Wali Kota Surabaya, namun menurut Armuji tindakan mengajak mereka tidak menyalahi aturan.

“Mereka tidak menggunakan dana APBD. Toh sama sekali tidak menyalahi aturan. Saya jamin 1.000 persen tidak ada yang menyalahi aturan,” katanya.

Armuji menjelaskan, tujuan menggerakkan Kader Bumantik karena kegiatan sosial tersebut mendapatkan SK Wali Kota, dan sebagai warga Surabaya juga punya hak untuk mendapatkan kesempatan dalam memilih calon pasangan dalam Pilwali Surabaya 2020.

“Semuanya, yang masuk dalam SK Wali Kota yakni lansia, kader lingkungan, PAUD, Bumantik, dan kegiatan sosial kita undang. Karena ini tidak menyalahi aturan,” yakinnya sekali lagi.

Dalam sosialisasi itu, Armuji yang maju sebagai bakal calon wali kota tersebut menyampaikan progam-progam Surabaya ke depan menjelang pilwali. "Saya sebagai calon wakil wali kota Surabaya mempunyai keinginan supaya Surabaya bisa melanjutkan progam-progamnya," tuturnya. 

Dalam, pilwali nanti, Armuji ingin mengandeng Eri Cahyadi. Ia beranggapan bahwa Eri yang nota bene adalah Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya adalah seorang birokrasi yang masih muda dan mempunyai pengalaman.

"Reputasinya sama dengan Ibu Risma (Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya saat ini, Red) tentunya untuk melanjutkan kota Surabaya yang lebih maju lagi ke depan," jelasnya.

Armuji mengungkapkan bahwa domainnya adalah sosialisasi, sedangkan rekom partai, dalam hal ini PDI Perjuangan, itu, bukan merupakan domainnya. “Domain saya adalah sosialisasi kepada masyarakat Surabaya agar mereka bisa mengenal dirinya dan Eri Cahyadi. Karena ini adalah suatu keinginan saya untuk mengandeng beliau (Eri Cahyadi Red)," ungkapnya.

Lanjut Armuji, jika DPP PDI Perjuangan tidak merekom dirinya, Armuji menyatakan tidak masalah baginya. Kerena itu bukan tujuan utamanya, meskipun semua orang ingin mendapatkan rekom. "Dengan seperti ini (sosialisasi) saya kira warga bergembira, bukan cuma bersitegang. Tapi, kita ajak bergembira di pesta demokrasi nanti," pungkasnya. (rmt/opi)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia