alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Kades Diminta Kawal Dana Desa untuk Atasi Kemiskinan

26 Februari 2020, 16: 16: 21 WIB | editor : Wijayanto

BERSAMA KADES: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama para kepala desa se-Jatim di JX International Surabaya.

BERSAMA KADES: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bersama para kepala desa se-Jatim di JX International Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap dana desa tahap satu bisa segera dicairkan semuanya. Dia juga meminta para kepala desa memanfaatkan kucuran dana desa untuk mengatasi persoalan kemiskinan di peedesaan.

Khofifah menyebut, tahun 2020 telah dialokasikan dana desa sebesar Rp 7,654 triliun untuk 7.724 desa. Tahap pertama diberikan 40 persen. Selama bulan Januari hingga Februari telah terealisasi pencairannya 305 desa dari lima kabupaten sebesar Rp 105,4 miliar atau 1,38 persen. “Targetnya, Juni harus selesai tahap satu,” ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial itu mengatakan, kemiskinan di perdesaan hampir dua kali lipat dari perkotaan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menyebutkan, tingkat kemiskinan di Jatim mencapai 14,11 persen di perdesaan, sedangkan kemiskinan di perkotaan hanya 6,77 persen.

 “Sekarang masih ada 1.207 desa tertinggal di Jatim. Ada dua desa yang sangat tertinggal. Satu di Sidoarjo karena dampak lumpur Lapindo, sedangkan satu lagi di Bondowoso. Kita berharap 2020 ini zero desa tertinggal,” jelasnya.

Khofifah berharap, angka kemiskinan di Jatim ini bisa menjadi referensi bagi kepala desa untuk mencairkan dana desa. Selain itu, ia berharap agar dana desa berpengaruh terhadap perputaran uang di perdesaan sehingga mampu mendorong peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

 “Dana desa bisa digunakan untuk kegiatan padat karya tunai desa yang membantu perekonomian masyarakat desa. Dengan demikian, masyarakat desa bisa memiliki usaha dan pekerjaan,” katanya. 

Khofifah juga menyinggung Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Jatim. BPS Jatim mencatat IPM Jatim di 2019 tercatat 71,50 atau tumbuh 1,03 persen dibanding 2018 yang sebesar 70,77. Surabaya mempunyai IPM tertinggi dengan capaian sebesar 82,22. Sementara IPM terendah tercatat di Sampang sebesar 61,94.

BPS Jatim juga mencatat, hingga September 2019, jumlah penduduk miskin di Jatim mencapai 4,05 juta orang atau 4.056.000 jiwa. Jumlah itu 10,20 persen dari total penduduk Jatim. Jumlah itu berkurang sebesar 56.300 jiwa dibanding Maret 2019 yang sebesar 4.112.250 jiwa atau 10,37 persen dari total penduduk Jatim. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP