alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

14 Tahun Produksi Pupuk Palsu Warga Candi Diamankan Polisi

26 Februari 2020, 11: 34: 00 WIB | editor : Agung Nugroho

TERBONGKAR: Polisi mengungkap industri pupuk illegal yang sudah beroperasi selama 14 tahun, kemarin (25/2).

TERBONGKAR: Polisi mengungkap industri pupuk illegal yang sudah beroperasi selama 14 tahun, kemarin (25/2). (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Buat pupuk palsu atas asumsi pribadi, Abdul Rochim, 67, warga Desa Sumorame, Candi, Sidoarjo dibekuk polisi. Penangkapan dilakukan saat anggota patroli mencurigai truk yang melintas di Jalan Arteri Porong sekitar pukul 00.30, pada Jumat (14/2) lalu.

Mantan ketua kelompok tani se-Sidoarjo tersebut, berurusan dengan kepolisian. Pasalnya, selama 14 tahun produksi pupuk jenis TSP-46 yang dibuatnya tidak mengantongi syarat jelas. Yaitu, tidak bersetifikat SNI, tidak memiliki izin usaha perdagangan, dan produksi.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji menjelaskan, tersangka memproduksi pupuk jenis TSP-46 di CV Bangun Tani, Dusun Buluresik, Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, Mojokerto. Dalam sebulan mampu memproduksi sekitar 20 ton. “Itu pun tergantung dengan pesanan dan musim tanam,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (25/2).

Tersangka saat diamankan kepolisian (insert).

Tersangka saat diamankan kepolisian (insert).

Dalam penangkapan tersebut, pihaknya berhasil menyita barang bukti. Yaitu, satu unit truk Hino bernopol BE 9443 CQ, 84 Sak bahan baku berisi karbon dengan berat 2,1 ton, 587 sak bahan baku berisi dolomit seberat 14,6 ton, 440 sak berisi pupuk siap edar seberat 22 ton, satu unit mesin penggiling, dan sebuah surat jalan dari CV Maju Tani. “Pabrik di Mojokerto juga sudah ditutup,” bebernya.

Pupuk jenis TSP-46 dipasarkan tersangka ke luar Pulau Jawa, yaitu Bali dan Sumatera. Hasil penjualan pupuk palsu tersebut tersangka meraup omzet Rp 250 juta kurang dari setahun. “Memang harga jual pupuk palsu tersebut lebih murah daripada pupuk subsidi. Satu sak dengan berat 50 kilogram dijual dengan harga Rp 50 ribu,” katanya.

Tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Abdul Rochim terancam hukuman penjara selama lima tahun. Serta hukuman denda sebesar Rp 3-5 Miliar. Untuk langkah selanjutnya, pihaknya akan melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. “Melakukan pemberkasan terhadap perkara tersebut,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP