alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Sindikat Curanmor Spesialis Kos yang Beraksi di Belasan TKP Digulung

25 Februari 2020, 21: 05: 59 WIB | editor : Wijayanto

AKSI CEPAT: Pelaku menunjukkan cara membongkar kunci motor.

AKSI CEPAT: Pelaku menunjukkan cara membongkar kunci motor. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tiga orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) spesialis rumah kos dan seorang penadah motor curian dibekuk Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya.

SPESIALIS: Empat orang pelaku dan penadah aksi curanmor yang berhasil digulung.

SPESIALIS: Empat orang pelaku dan penadah aksi curanmor yang berhasil digulung. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Empat tersangka tersebut adalah Yunus, 32, warga Balongsari Praja VI, Surabaya; Ahmad Zainul, 40, warga Kalianak Barat, Surabaya; Mochamad Zainudin, 38, warga Bumisari Praja Selatan I, Surabaya; serta penadah motor curian Rosidi, 31, warga Bangkalan, Madura.

Penangkapan jaringan curanmor di wilayah Surabaya ini bermula ketika Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya mendapati seseorang di Jalan Rajawali, Surabaya. Saat itu, dua orang pria mengendarai sepeda motor Honda CBR dengan nomor polisi L 3286 VR.

Gelagat yang mencurigakan membuat polisi menghentikan keduanya. “Saat kami geledah ditemukan kunci T dari tersangka Rosidi. Kami amankan tersangka Rosidi dan sebuah sepeda motor yang ternyata hasil pencurian,” kata Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksana, Selasa (25/2).

Dalam penyidikan, diketahui jika Rosidi ini adalah penadah barang curian. Ia mengaku mendapat sepeda motor tersebut dari kelompok Yusuf, Ahmad, dan Zainudin. Polisi tidak tinggal diam. Korps Bhayangkara ini langsung melakukan penyelidikan terhadap ketiga nama ini. Hingga akhirnya satu per satu tersangka diamankan di rumahnya masing-masing. “Kami juga mengamankan sepeda motor Yamaha N Max yang digunakan untuk sarana,” tutur Rizky.

Ketiga tersangka ini diketahui sudah beraksi di 11 lokasi di wilayah Surabaya. Ia biasa mengambil sepeda motor Honda Beat dan sepeda motor lainnya yang masih laku terjual. Mereka biasa mencuri di wilayah Lakasantri, Tambaksari, Keputih, hingga Tegalsari. “Sasarannya sepeda motor yang terparkir di kos. Yusuf sebagai eksekutornya. Tidak sampai satu menit sepeda motor bisa dibawa,” kata Arief.

Kepolisian masih mendapat dua laporan polisi untuk menjerat para tersangka. Pihaknya masih mencari laporan di polsek untuk melengkapi berkas. Apalagi tersangka mengaku sudah mencuri di berbagai wilayah di Kota Surabaya. “Biasanya bonceng tiga, kemudian Yusuf yang membawa motor curian,” katanya.

Yusuf mengaku sudah ada setahun melakukan pencurian motor dengan sasaran rumah kos. Banyak sepeda terparkir menjadi salah satu pertimbangannya beraksi. Motor curian dilego dengan harga antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. “Saya terdesak masalah ekonomi sehingga mencuri sepeda motor. Sasaran saya hanya kos,” ungkapnya. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP