alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Lifestyle Surabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Heboh KPAI: Perempuan Bisa Hamil di Kolam Renang

Tak Tahan Suhu dan Udara, Sperma Tak Mudah Tembus Vagina

25 Februari 2020, 17: 49: 04 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (NET)

Share this      

SURABAYA - Beberapa hari lalu media sosial heboh manakala salah satu anggota komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty mengungkapkan pernyataan kontroversial. Ia mengatakan bahwa berenang bersama laki-laki dapat membuat perempuan hamil.

Lantaran, sperma laki-laki yang tertinggal di kolam renang bisa masuk ke vagina dan menghamili perempuan. Pernyataan tanpa landasan ilmiah ini kemudian mendapatkan banyak sanggahan. Salah satunya dari dokter spesialis kandungan dan kebidanan dari RS Ibu dan Anak MERR.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan dari RS Ibu dan Anak MERR, dr. Ernawati, SpOG(K) menyebut, proses kehamilan tidak semudah itu. Pertama, sperma yang dilepaskan di luar tubuh, misalnya di kolam renang tidak bisa bertahan lama. Hanya dalam hitungan menit sperma akan mati dan tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.

“Sperma tidak tahan suhu dan udara, sehingga beberapa menit setelah keluar juga pasti akan mati. Apalagi di kolam renang ada kaporit dan lain sebagainya,” terangnya.

Berbeda kalau sudah berada di dalam rahim, sperma bisa bertahan dua hingga tiga hari karena rahim memiliki glikogen yang bisa menjaga kondisi sperma tetap baik. “Data yang ada sejauh ini membuktikan bahwa sperma sanggup bertahan dalam saluran reproduksi selama tiga hari oleh karena lendir serviks kaya akan estrogen, sehingga sperma bisa bertahan,” lanjutnya.

Erna juga tidak membenarkan bahwa sperma bisa berjalan sendiri menembus vagina. Bahkan kemungkinannya tidak ada. Karena serviks memiliki barrier berupa cairan serviks yang biasanya berbentuk lendir. Dan tidak mudah bagi sperma untuk menembus cairan itu. Bisa jadi meninggal dulu sebelum bisa masuk.

Apalagi sampai masuk dan membuat hamil, itu tentu tidak mungkin karena untuk membuat hamil, dibutuhkan banyak faktor pendukung. Seperti kualitas telur, kondisi rahim dan kualitas sperma itu sendiri. (ism/nur)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP