alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Halangan Akses Overpass Desa Wage, 16 Bangunan Liar Terpaksa Dibongkar

25 Februari 2020, 16: 04: 46 WIB | editor : Agung Nugroho

HARUS BERSIH: Satu alat berat diterjunkan untuk penertiban bangli yang tersisa dekat overpass Wage. Penertiban ini berjalan aman Senin (24/2).

HARUS BERSIH: Satu alat berat diterjunkan untuk penertiban bangli yang tersisa dekat overpass Wage. Penertiban ini berjalan aman Senin (24/2). (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sebanyak16 bangunan liar (bangli) yang berdiri di lahan milik Kementerian PUPR dan menghalangi akses overpass Desa Wage, Kecamatan Taman kembali ditertibkan kemarin (24/2). Rinciannya, 12 bangli berada di sisi barat, empat lagi berada di sisi utara. Persis berhadapan dengan 30 bangli yang sudah ditertibkan pada Rabu (29/1) lalu. 

Satu alat berat diturunkan pada penertiban ini. Penertiban dilakukan PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol sekitar pukul 07.00 WIB. Melibatkan petugas gabungan dari Polresta Sidoarjo dan Satpol PP Sidoarjo. 

Sebelumnya penertiban 30 bangli di sisi timur pada Januari tersebut berlangsung kooperatif. “Mereka dengan sadar menerima kalau tempatnya dibongkar. Bahkan mereka ikut membantu menertibkan,” jelas petugas bagian aset dan logistik Jasa Marga Cabang Surabaya – Gempol, Purwiji kepada Radar Sidoarjo. 

Berbeda dengan proses penertiban bangli di sisi barat yang sedikit alot. Sehingga penertiban perlu waktu untuk mediasi dan permintaan warga yang ingin tahu batas tanah pun dilakukan pengukuran kembali. Untuk mengetahui batas tanah negara kuasa Kementrian PUPR tersebut yang dikelola PT Jasa Marga Cabang Surabaya-Gempol.

Untuk menghindari kemacetan, diberlakukan jalur satu arah. Pengendara bermotor melintasi overpass baru, sedangkan overpass lama ditutup sementara. Selain itu dibukanya overpass baru untuk mempermudah alat berat menuju titik penertiban bangli. Sterilisasi lokasi pasca penertiban, lahan bekas bangli tersebut akan diberi pagar berduri. 

Kepala Departemen Operasi Jasa Marga Surabaya-Gempol Amat Basuni menambahkan setelah penertiban ini, perluasan area overpass diserahkan pada pemerintah Kabupaten Sidoarjo. 

Perluasan ini dibutuhkan untuk menyempurnakan geometrik overpass Desa Wage. “Akan ada uji kelayakan overpass, baru kita buka untuk umum,” tegasnya. 

Basuni berharap proses ini bisa segera tuntas. “Bisa memecah kemacetan, mobilisasi warga Sidoarjo bisa lebih lancar,” ungkapnya. 

Sementara itu Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Sidoarjo Dwi Tjahjo Mardisunu menyebut, pihaknya mendukung pembebasan lahan tersebut. Karena melihat jalur di sisi barat dan timur overpass menikung tajam.

Kemudian, Dishub akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo. “Masuk kewenangan PU,” tandasnya. (rpp/nis)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP