alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Jual Barang Hasil Penipuan, Warga Simorejosari Diborgol

25 Februari 2020, 15: 59: 16 WIB | editor : Wijayanto

BARANG BUKTI: Tersangka Denny Agus diamankan bersama barang bukti handphone.

BARANG BUKTI: Tersangka Denny Agus diamankan bersama barang bukti handphone. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Awas hati-hati saat menjual barang secara online. Pastikan cek dahulu di mesin ATM bahwa uang pembayaran pembeli yang ditransfer sudah masuk. Pasalnya, anggota Reskrim Polsek Lakarsantri baru saja mengungkap kasus penipuan dengan modus membeli handphone (HP) secara online dan merekayasa transfer.

Tersangka, Denny Agus, warga Jalan Simorejosari B, Surabaya. Pemuda 21 tahun itu kini dijebloskan ke penjara setelah terbukti melakukan persekongkolan tindak pidana penipuan dengan korban, Triyanto, 39, warga Jalan Jeruk, Lakarsantri. 

Kapolsek Lakarsantri Kompol Palma Fitria Fahlevi mengatakan, tersangka bekerja sama  dengan YAG penghuni Lapas Pamekasan. Awalnya YAG menghubungi korban untuk membeli handphone (HP) yang dijual secara online.

Setelah terlibat perbincangan melalui pesan WhatsApp (WA) korban dan YAG sepakat melakukan jual beli. Kemudian oleh YAG mengirimkan bukti transfer palsu ke korban. Selanjutnya barang diminta dikirimkan ke alamat tersangka Deny melalui jasa ojek online (ojol)

Setelah barang diterima, kemudian HP dijual oleh Deny. Uang hasil penjualan kemudian dikirim ke YAG. "Korban kemudian mengecek uang pembayaran di mesin ATM. Namun, ternyata uang pembayaran belum masuk," ujar Palma didampingi Kanit Reskrim Iptu Suwono.

Atas kejadian tersebut, korban melapor ke Polsek Lakarsantri. Kemudian korban bekerjasama dengan anggota Reskrim menjual HP ke YAG. Dari YAG korban diminta mengirim barang ke tersangka Deny. "Nah yang kedua kalinya itu tim kami bersama ojol yang mengantarkan HP menemukan alamat tersangka Deny dan melakukan penangkapan," bebernya. 

Dijelaskan Palma, tersangka saat itu tak membantah. Dia mengaku hanya berperan sebagai penerima barang dan berkilah tidak tahu menahu bila barang hasil penipuan. "Saya hanya nerima barang, dan bertugas menjual. Dapat bagian Rp 200 ribu," ucap tersangka Deny.

Dari pengungkapan ini, polisi menyita barang bukti sebuah HP merk Redmi. Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 378 tentang penipuan.(rus/rud)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia