alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Nito Nekat Bacok Sakdullah Karena Jengkel Dituduh Mencuri Ayam

Enam Jam Kemudian Tersangka Ditangkap

25 Februari 2020, 15: 45: 44 WIB | editor : Agung Nugroho

TERTANGKAP: Pelaku pembunuhan nelayan di Tambak Oso, Waru diamankan kepolisian.

TERTANGKAP: Pelaku pembunuhan nelayan di Tambak Oso, Waru diamankan kepolisian. (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Pelarian Nito, 49, warga Dusun Krajan, Desa Gelang Rakit, Kecamatan Sumberbaru, Jember harus terhenti. Sebab anggota unit reskrim dibantu anggota reskrim Polresta Sidoarjo membuntuti pelaku setelah mendapat kabar tersangka pulang menuju Jember.

Pihak kepolisian berhasil membekuk pelaku selang enam jam dari mendapatkan informasi tersebut. Tersangka diketahui tinggal di sebuah indekos Desa Tambak Oso yang tidak jauh dari TKP mengaku sebagai penebang tebu. Nito diamankan sewaktu dalam perjalanan di wilayah Jatiroto, Lumajang. Pengamanan tersangka sekitar pukul 20.00, Minggu (23/2) kemarin.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Anggi Naulifar Siregar menjelaskan, menurut keterangan tersangka, Nito tidak kenal dengan Sakdullah (Korban, Red), 40, warga Dusun Krajan Tengah, RT 03/RW 04, Desa Semedusari, Lekok, Pasuruan tersebut. Pihaknya mengungkap motif pembunuhan berencana tersebut dikarenakan tersangka tidak terima dengan perkataan korban. “Tersangka dianggap memiliki perawakan seperti maling ayam,” ujarnya kepada Radar Sidoarjo, Senin (24/2).

Cek-cok antara keduanya telah berlangsung lama. Hingga puncaknya, pada Minggu (23/2) kemarin. Nito membacok korban sebanyak tiga kali di bagian berbeda. Yaitu, dada bagian kiri, punggung sebelah kanan, dan pantat. “Setelah dibacok dua kali korban tersungkur. Melihat korban masih hidup, Nito lakukan serangan ketiga,” bebernya.

Kapolsek Waru Kompol Saibani menambahkan, kasus tersebut murni karena tersangka menyimpan dendam. Selain itu, menurut keterangan tersangka, Nito tidak terkontaminasi minuman beralkohol sebelumnya. “Kejadian tersebut sempat dicegah oleh warga sekitar, namun tersangka mengancam,” ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya mengamkan barang bukti. Namun, saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran senjata tajam (sajam) yang digunakan tersangka untuk menyerang Sakdullah. Tersangka melanggar pasal 340 KUHP dan 351 ayat 3 KUHP. “Dengan ancaman kurungan seumur hidup,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP