alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

BNN Surabaya Bongkar Pengedar dan Kurir SS Jaringan Lapas

25 Februari 2020, 00: 31: 44 WIB | editor : Wijayanto

HASIL UNGKAP: Para pelaku dan barang bukti saat diamankan oleh BNN Kota Surabaya.

HASIL UNGKAP: Para pelaku dan barang bukti saat diamankan oleh BNN Kota Surabaya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya menangkap pengedar dan kurir sabu-sabu (SS) jaringan lembaga pemasyarakatan (lapas). Empat orang ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka Iwan, 26, warga Jalan Krembangan; Muhammad, 40, warga Jalan Karang Tembok; Datuk alias Topan, 34, warga Jalan Keputran, Kejambon; Hajir, 24, warga Jalan Keputran, Kejambon. Dari keempat tersangka, ada satu orang yang baru bebas dari penjara. Dia adalah Datuk.

Kepala BNNK Surabaya AKBP Kartono mengatakan, pertama yang ditangkap Iwan dan Muhammad, kurir SS di Jalan Kedung Klinter Surabaya, Senin (17/2) sekitar pukul 22.30. “Dari keduanya disita barang bukti 1,13 gram dan 4,20 gram sabu,” ungkap Kartono di kantor BNNK Surabaya, Senin (24/2).

Kartono menjelaskan, dari keterangan kedua tersangka kemudian Datuk digerebek petugas di rumahnya, Selasa (18/2) dini hari. Datuk merupakan bos dari kedua kurir tersebut. Dari penggerebekan di rumah Datuk ditemukan barang bukti SS 9,09 gram. “Tersangka mengaku mendapatkan kiriman sabu yang dikendalikan dari lapas,” sebutnya.

Tak hanya itu. Setelah mengorek keterangan Datuk, petugas lalu menggerebek rumah Hajir. Di rumah tersebut tersangka Datuk menitipkan barang bukti SS cukup banyak. “Kami temukan dua paket sabu dengan berat 101,16 gram,” sambungnya.

Sabu-sabu itu, lanjut Kartono, merupakan milik Datuk. Setiap kali menerima barang dari ED dalam jumlah banyak, Datuk menitipkan barang haram itu ke Hajir sebelum diedarkan kembali.

Sementara itu, tersangka Datuk mengaku sudah menerima barang kelima kalinya. “Barang selalu saya titipkan ke Hajir,” ucapnya. Datuk yang juga bekerja sebagai pegawai hotel itu mengaku keluar penjara akhir 2018 lalu setelah menjalani hukuman satu tahun penjara. (rus/rek)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP