alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Beraksi Di 20 Lokasi, Dua Tersangka Komplotan Pencuri Motor Ditembak

Motor Curian Dibawa ke Madura

22 Februari 2020, 13: 44: 19 WIB | editor : Agung Nugroho

BANDIT KAWAKAN: Tersangka pencurian motor Mukip dan Hamzah Sukur diinterogasi di Polsek Rungkut.

BANDIT KAWAKAN: Tersangka pencurian motor Mukip dan Hamzah Sukur diinterogasi di Polsek Rungkut. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Dua pencuri motor asal Bangkalan ditembak betisnya oleh Tim Unit Reskrim Polsek Rungkut. Tersangka Mukip, 26, warga Gigir, Bligah, Bangkalan, dan Hamzah Sukur, 21, warga Longkah, Galih, Bangkalan.

Keduanya diberikan tindakan tegas karena berusaha kabur saat akan diringkus polisi. Kapolsek Rungkut Kompol I Gede Suartika mengatakan, tersangka Mukip dan Hamzah terakhir mencuri motor di halaman parkir minimarket Jalan Kyai Abdul Karim, Selasa (18/2) malam.

Saat itu aksi keduanya terekam CCTV minimarket. Keduanya beraksi dengan cara merusak kunci setir menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka mengoper ke kelompoknya untuk dibawa ke Madura.

“Setelah korban melapor, kami lakukan lidik ciri-ciri tersangka. Kami dapat identifikasi melalui helm pink dan baju yang digunakan tersangka,” ujar Gede di Mapolsek Rungkut, kemarin (21/2).

Nah, setelah mencuri, keduanya mampir lagi di salah satu minimarket di Wonorejo, Rungkut. Keduanya lalu disergap olisi di lokasi. “Mereka akan beraksi mencuri motor lagi. Saat ditangkap ditemukan kunci T,” bebernya. 

Saat hendak ditangkap, kedua maling motor itu sempat berusaha kabur. Polisi terpaksa menembak kedua betis kanan tersangka. Dari hasil pemeriksaan, lanjut Gede, tersangka mengaku sudah melakukan aksi pencurian motor di 20 lokasi. “Ada 20 TKP di wilayah Rungkut. Kelompok ini juga pernah memakai mobil dalam beraksi,” terangnya.

Modusnya tersangka, menyewa mobil jenis Honda Mobilio selama dua hari. Kemudian tersangka keliling mencari sasaran dan mengangkut motor hasil curian menggunakan mobil. “Pelaku ada empat sebenarnya. Dua kita tangkap, dua masih buron tapi  identitas sudah dikantongi,” kata Gede.

Tersangka Mukip dan Hamzah mengaku setiap sukses mencuri, motor selalu dibawa ke Madura. “Pulang ke Madura lewat (Jembatan) Suramadu. Langsung diganti untuk plat motor curiannya,” ucapnya.

Keduanya mengaku selalu menyiapkan plat nomor palsu saat hendak beraksi. Hal itu bertujuan untuk mengelabui korban dan aparat. “Belum pernah masuk (penjara),” katanya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita barang bukti dua kunci T, satu unit motor sarana, dan satu unit mobil Honda Mobilio sebagai sarana. (rus/rek)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP