alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Bobol Gudang Kedelai, Sembilan Pekerja PT BUM Raup Rp 4 Miliar

Hasilnya Digunakan Untuk Berjudi

22 Februari 2020, 13: 33: 20 WIB | editor : Agung Nugroho

KOMPAK: Sembilan tersangka pembobol gudang PT Bumi Universal Makmur (BUM) diamankan di Polsek Tandes, Jumat (21/2)

KOMPAK: Sembilan tersangka pembobol gudang PT Bumi Universal Makmur (BUM) diamankan di Polsek Tandes, Jumat (21/2) (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SEMBILAN pekerja gudang PT Bumi Universal Makmur (BUM) di Pergudangan Margomulyo Indah Blok G-12, Kelurahan Manukan Wetan, Kecamatan Tandes, Surabaya, bersekongkol menggelapkan ribuan kilogram kedelai. 

Ginanjar Elyas Saputra/Wartawan Radar Surabaya

IRONISNYA, penggelapan itu diotaki Yusman Armandi, 44, kepala gudang PT BUM. Tersangka Yusman, warga Jalan Dinoyo Tengah Nomor 46 Surabaya, mengaku nekat melakukan aksi kriminalitas itu lantaran gajinya kurang. Padahal, sebulan ia dibayar Rp 5,5 juta, jauh di upah minimum kota (UMK). “Gaji kurang, pengasilan selalu minus. Akhirnya, kami sepakat melakukan hal ini,” kata Yusman, Kamis (21/2).

Yusman tak sendiri. Dia dibantu pekerja gudang Rudi Kosdianto, 28, warga Medayu Sentosa 125 , dan sekuriti gudang Sandra Witrianto, 30, warga Kalimas Baru II Surabaya. Adapun enam pelaku lainnya berperan sebagai pemetik ribuan kilogram kedelai dari gudang PT BUM.

Mereka adalah Angga Mardiyansyah, 25, warga Jalan Rangkah Gang V/11; Samino, 40, warga Asemrowo Kali 73; Andry Dwi Sucahyo, 39, warga Simo Pomahan V/19; Karyanto, 55, warga Dusun Barengan, Desan Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk; Mat Saleh, 31, warga Bulak Banteng Baru Gang Gading Nomor 64; dan Sumari, 58, warga Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, sebagai pemetik ribuan kilogram kedelai yang akan digelapkan. 

“Mereka yang mengambil kedelainya untuk dibuatkan daftar order. Tapi semua orderan itu fiktif karena kami sendiri yang manfaatkan untuk dijual lagi,” kata Yusman.

Nah, tersangka Yusman dan kawan-kawan menggunakan uang hasil penjualan kedelai itu untuk membeli berbagai barang berharga seperti TV flat 60 inc, lima unit sepeda motor berbagai merek, mesin cuci, hingga digunakan untuk foya-foya seperti judi bola. 

Sementara itu, sekuriti gudang, Sandra, mengaku nekat bersekongkol lantaran gaji Rp 1,7 juta sebulan tak cukup untuk kebutuhannya sehari-hari. “Terpaksa saya dan kawan-kawan melakukan ini,” tutur Sandra.

Kapolsek Tandes Kompol Kusminto menjelaskan, komplotan tersebut telah melakukan aksinya selama satu tahun terakhir sejak 2019. Uang penjualan kacang kedelai bisa mencapai Rp 40 juta hingga Rp 70 juta. “Jadi, perusahaan tersebut dalam setahun rugi hingga Rp 4 miliar. Mereka sangat teroganisir karena memang bekerja di situ,” papar Kusminto.

Uang hasil penjualan kedelai itu, lanjut Kusminto, dibagi lagi sesuai dengan porsi tugas masing-masing. “Ada yang dapat Rp 4 juta, ada yang Rp 3 juta, bahkan ada yang dapat Rp 13 juta,” katanya. (*/rek)

(sb/gin/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia