alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Taman Budaya Kedensari Untuk Meningkatkan Pesona Tanggulangin

22 Februari 2020, 12: 24: 03 WIB | editor : Agung Nugroho

DAYA TARIK: Fashion show dalam rangka pembukaan taman budaya di Desa Kedensari. 

DAYA TARIK: Fashion show dalam rangka pembukaan taman budaya di Desa Kedensari.  (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Melengkapi revitalisasi sentra Industri Tas dan Koper di Tanggulangin, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Dinas Perindustrian dan Pergadangan (Disperindag) Sidoarjo menghadirkan taman budaya di Desa Kedensari. Taman tersebut sudah diresmikan, Kamis (20/2) sore. 

Di tengah taman, terdapat monumen instalasi IKM yang terbuat dari perunggu. Beratnya mencapai tujuh kwintal. Berlogo udang bandeng dilengkapi dengan unsur khas produk Tanggulangin. Seperti tas, koper dan sabuk. “Dibuat oleh seniman berkelas nasional dan internasional,” jelas Kepala Disperindag Sidoarjo Tjarda. 

Tjarda menambahkan, taman budaya ini juga dapat dimanfaatkan untuk menggelar pesta pernikahan berkonsep garden party. “Tahun 2020 ini akan dibuka workshop dan gedung pamer. Nilai proyek ini Rp 3,2 miliar,” tambahnya. 

Ketua Koperasi Intako Makhbub Junaedi berharap adanya penambahan fasilitas tersebut taman budaya. “Anak-anak bisa memanfaatkan taman ini untuk belajar kesenian. Misalnya tari,” harap Junaedi yang juga menjadi ketua BPD Kedensari ini. 

Sekda Sidoarjo Achmad Zaini mengatakan, revitalisasi sentra Intako bisa menjadikan Tanggulangin menjadi sentra industri three in one. Yakni, wisata belanja, edukasi dan budaya. 

Direktur IKM Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Kemenperin Ratna Utarianingrum mengungkapkan, konsep wisata three in one dipilih karena saat ini masyarakat senang dengan berwisata. "Tanggulangin jadi tempat belanja yang nyaman dan aman. Tidak panas. Sehingga harus dilengkapi infrastruktur yang bagus," ucapnya. (rpp/vga) 

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia