alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Waktu Masih Nikah Rajin KDRT, Saat Mau Cerai Malah Sok Sayang

22 Februari 2020, 04: 00: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Semua perempuan ya suka disayang-sayang suami. Tapi, jangan kira mereka bodoh. Tak tahu membedakan mana yang sayang beneran, mana yang modusan. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Sayangnya, masih banyak laki-laki bodoh yang tidak paham kalau perempuan itu cerdas dan teliti. Salah satunya Donwori, 30. Yang pakai trik bulshit sayang-sayangan agar tak digugat cerai Karin, istrinya.

"Tidak akan pernah saya tarik gugatan ini. Sudah sampai pengadilan, masih modus-modus saja," ujar Karin suatu siang di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya. 

Sambil menunjukkan lebam di pelipis matanya, Karin memulai cerita. "Ini, barusan kemarin aku ditonjok dua kali. Alasannya, dia cemburu buta dan menuduh saya punya selingkuhan. Padahal mana ada pernah saya selingkuh!" protes Karin.

Karin mengatakan, bukan itu saja kekerasan yang dilakukan Donwori. Selama menikah hampir sewindu, Karin sudah kenyang dengan sikap ringan tangan Donwori. Yang saat cemburu memukul, berdebat menampar, mabuk menendang atau emosi menjambak. Segala macam siksaan terkejam yang biasa terjadi di rumah tangga, juga menimpa Karin. "Pernah, mulut saya mau dicolok sama rokok karena saya bilang jatah belanja habis dibuat beli rokok sama dia," lanjut Karin lagi. 

Itu juga tak seberapa, ada satu perbuatan Donwori yang selalu menyakiti hati Karin. Dengan mulut licinnya, Donwori kerap mengatai Karin anak haram. Kata-kata itu selalu keluar di setiap percekcokan yang terjadi antara mereka. "Kalau yang ini, meski tidak kena fisik, sakitnya lebih sakit daripada dipukuli. Saya sih gak apa-apa dikatain, tapi dia bawa-bawa ibu saya. Kok tega sekali," keluh Karin tiada henti. 

Karin tak pernah menyangka, segala pukulan serta cacian bisa mengubah rasa cinta di hatinya menjadi dendam. Ya, Karin mengakui dulunya menikah karena cinta, tapi lama-lama cintanya lenyap tergerus dendam. 

Namun sesuatu yang tak pernah Karin sangka, terjadi. Karin memang masih tinggal serumah, hanya beda kamar dengan Donwori selama mengurus cerai ini. Kira-kira tiga bulan ini berjalan. Dan di sini, Donwori mulai menunjukkan  sikap yang aneh.

Ia jadi gemar membersihkan rumah. Ya ngepel, menyapu, bahkan mencucikan baju Karin. Karena tak bisa masak, ia rajin membelikan makanan tiga kali sehari lantaran Karin mogok masak. Namun ya tidak pernah dimakan, karena Karin lebih memilih masak mi instan daripasa service Donwori. 

Saat perang dingin ini juga, Donwori pantang menyerah. Sekali selama menikah, Donwori membelanjakan pakaian dan perhiasan untuk Karin. Hasilnya jelas, ditolak. "Mau diberlikan berlian harga Rp 1 miliar pun, aku gak akan luluh. Sudah terlambat. Gak wingi-wingi ae memanjakan istri. Dulu pelit minta ampun, giliran ada maunya sok baik," ujarnya lagi. 

Tak hanya dengan tindakan, Donwori juga merayu Karin dengan kata-kata manis. Ia kerap memanggil Karin dengan kalimat sayang. Dulu? Boro-boro. Tidak dipanggil dengan nama binatang saja, Karin sudah beruntung. 

Dan… tiba-tiba…, mulut Karin sudah setengah  terbuka untuk menguak borok suaminya. Namun tiba-tiba terputus karena sebuah pesan masuk. Ia pun memeriksanya, kemudian meringis sinis. "Sekarang jam berapa, Mbak?" tanyanya tiba-tiba.  "Jam 1 siang. Kenapa, Mbak?" jawab penulis. 

Dia tidak menjawab, melainkan langsung menyodorkan handphone di tangannya dan menunjuk sebuah chat. Rupanya dari Donwori yang isinya kurang lebih begini, "Yank, sudah siang lho.. Jangan lupa makan ya, nanti sakit." Mendapati chat tersebut membuat penulis meringis ingin muntah, Karin pun sama. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP