alexametrics
Rabu, 01 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Politik Sidoarjo
icon featured
Politik Sidoarjo

Alvara: Gus Muhdlor Paling Populer dan Electable

21 Februari 2020, 18: 55: 33 WIB | editor : Agung Nugroho

SURVEI: Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center memaparkan hasil survei elektabilitas dan popularitas tokoh.

SURVEI: Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center memaparkan hasil survei elektabilitas dan popularitas tokoh. (IST)

Share this      

SIDOARJO–Pemilihan bupati dan wakil bupati Sidoarjo tak lama lagi digelar. Beberapa lembaga survei pun telah melakukan identifikasi awal. Salah satunya adalah Alvara Research Center yang telah menggelar survei terkait gelaran Pilkada Sidoarjo tahun 2020. 

Salah satunya, Alvara mengidentifikasi tingkat popularitas dan elektabilitas sejumlah tokoh potensial yang bakal maju dalam Pilbub Sidoarjo tahun ini. 

Hasanuddin Ali, CEO Alvara Research Center mengungkapkan, dari hasil penelitiannya menunjukkan untuk popularitas, Ahmad Muhdlor Ali alias Gus Muhdlor menempati posisi pertama dengan tingkat kedikenalan publik mencapai 69,1 persen. 

Kemudian disusul Kelana Aprilianto dengan 49,9 persen, lantas Bambang Haryo Soekartono 29 persen dan Nur Ahmad Syaifuddin sebesar 20 persen. Kemudian Hidar Assegaf 14,3 persen, Ahmad Amir Aslichin 10,9 persen dan Bahrul Amig 10 persen. “Tokoh lainnya masih di bawah 10 persen,” paparnya.

Pada aspek elektabilitas, jika pilkada dilakukan hari ini, survei Alvara menunjukkan bahwa Muhdlor akan menduduki posisi tertinggi mencapai 38,7 persen. 

Menyusul di bawahnya adalah Kelana dengan perolehan 10,5 persen. Sementara elektabilitas kandidat lainnya belum ada yang melampaui 10 persen. “Juga ada 26,0 persen yang belum memutuskan,” imbuhnya.

Salah satu sorotan yang disurvei Alvara adalah tingkat kepuasan publik yang masih belum terlalu tinggi terhadap para tokoh. Hal ini bisa dimaklumi karena intensitas komunikasi dari masing-masing kandidat yang belum tinggi. Apalagi, masa kampanya juga belum dimulai.

Sesuai survei Alvara, kepuasan publik Sidoarjo tercatat pada angka 55,4 persen. “Ini relatif tidak tinggi,” ujarnya. Warga paling tidak puas terhadap progam pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan, penyediaan lapangan kerja dan infrastruktur jalan. 

Hasil survei kepuasan publik itu bisa menjadi salah satu pertimbangan para kandidat yang maju dalam memperebutkan kursi Sidoarjo 1 dan 2 di tahun ini. 

“Tentu dengan efektifitas komunikasi kandidat untuk mencitrakan dirinya bahwa mereka akan menerapkan inovasi perubahan dibandingkan era sebelumnya,” imbuhnya.

Hasil surve ini juga masih sangat memungkinkan mengalami perubahan. Mengingat masa kampanye masih panjang. Survei tersebut digelar pada 25 Januari hingga 7 Februari 2020 dengan 1.005 responden dan margin of error 3,16 persen. (son/jay)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia