alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sportainment Sidoarjo
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Kejuaraan Kabupaten Bola Voli Jadi Bahan Evaluasi Pemkab

21 Februari 2020, 17: 27: 12 WIB | editor : Agung Nugroho

SENGIT: Tim putri bola voli Tanggulangin saat melawan tim putri Candi.

SENGIT: Tim putri bola voli Tanggulangin saat melawan tim putri Candi. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Kejurkab Bola Voli antar kecamatan selesai digelar, Rabu (19/2)  malam. Hasilnya, tim putra Kecamatan Tarik kembali naik podium sebagai juara pertama setelah menumbangkan tim putra Kecamatan Candi dengan skor 4-1. Sementara juara ketiga perhasil diraih oleh Kecamatan Krian setelah berhasil menumbangkan Kecamatan Sukodono.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Djoko Supriyadi mengatakan, kejurkab bola voli tersbeut merupakan tahun ketiga digelar. Turnamen itu digelar untuk mengetahui perkembangan bola voli di Sidoarjo. 

“Jadi kita evaluasi bersama apakah ada peningkatan, atau justru stagnan. Saya berharap ini terus berkembang dan berjalan baik,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Menurutnya, evaluasi itu penting dalam menentukan target juara dalam setiap turnamen. Pihaknya menargetkan pembinaan atlet terus berjalan baik secara kualitas maupun kuantitas. Djoko mengakui, tim unggulan tahun ini masih didominiasi oleh tim yang sama dengan tahun lalu.

Misalnya saja di tim putra. Tim dari Kecamatan Tarik kembali menjadi juara pertama seperti tahun sebelumnya. Berbeda dengan tim putri yang mengalami perubahan. Dimana, Tanggulangin keluar sebagai juara pertama dan berhasil naik podium tertinggi setelah menumbangkan tim dari Sidoarjo dengan skor 4-1. “Di tim putri saya lihat sudah ada pertumbuhan yang baik, terlihat dari perubahan yang terjadi,” ujarnya.

Dalam laga final, tim putri Tanggulangin unggul atas Sidoarjo di babak pertama dan kedua. Namun di babak ketiga, Sidoarjo berhasil merebut poin 25 terlebih dahulu setelah sempat saling kejar poin. Namun Tanggulangin kembali berhasil unggul atas Sidoarjo dan memastikan diri sebagai juara pertama.

Pelatih Tanggulangin, Frank menuturkan, kegagalan Tanggulangin pada babak ketiga tersebut dipengaruhi oleh kondisi fisik pemain yang mengalami kelelahan. Akibatnya, sejumlah pemain sempat kehilangan konsentrasi dan berhasil dimanfaatkan Sidoarjo untuk merebut kemenangan. “Iya memang sempat kelelahan, jadi speknya mengalami penurunan,” paparnya. (far/jay)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP