alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Tanggap Darurat Tanggulangin, Pemkab Kucurkan BTT Rp 2,7 Miliar

Dapur Umum Mulai Beroperasi

21 Februari 2020, 12: 41: 22 WIB | editor : Agung Nugroho

GOTONG ROYONG:  Dapur umum dipusatkan di Desa Kedungbanteng yang mulai beroperasi, kemarin (20/2). 

GOTONG ROYONG:  Dapur umum dipusatkan di Desa Kedungbanteng yang mulai beroperasi, kemarin (20/2).  (RIZKY PUTRI PRATIMI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi menetapkan tanggap darurat bencana menyusul musibah banjir di Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri, Kecamatan Tanggulangin, mulai Rabu (19/2) hingga 14 hari ke depan atau hingga Selasa (3/3). 

Bersamaan dengan ini juga, pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo telah mengucurkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 2,7 miliar. “Di antaranya untuk fasilitasi kesehatan, dapur umum, pengadaan sepatu boots,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Achmad Zaini.

Seiring dengan penetapan tanggap darurat bencana tersebut, BPBD Sidoarjo, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Sosial mulai mengkondisikan tempat dapur umum. Kamis (20/2), dapur umum itu mulai beroperasi. 

Untuk keperluan dapur umum itu, relawan dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Forum Relawan (Forest) dan Srikandi Tangguh BPBD Sidoarjo bersiap dengan berbelanja bahan makanan di Pasar Porong mulai pukul 01.00 dini hari. 

Roiq Hidayat, salah satu relawan Tagana Sidoarjo mengatakan, dalam sehari, dapur umum diminta menyiapkan enam ribu nasi bungkus untuk jadwal tiga kali makan. Artinya dalam satu kali makan, ada dua ribu bungkus nasi lengkap dengan sayur dan lauk yang dibagikan kepada warga terdampak banjir di Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri. Sekali masak dapur umum ini menghabiskan delapan sak beras kemasan 25 kg.

Kemarin ada sekitar 20 relawan yang membantu. “Bagian nasi tiga orang, lauk tiga orang, yang lain menyiapkan kertas nasi dan membantu membungkus,” terang Roiq. Selesai dibungkus, tim akan menghubungi pihak desa untuk mengambil makanan tersebut. “Nanti mereka yang meneruskan ke warga,” imbuhnya. 

Seperti yang dilakukan Kasi Pemerintahan Desa Kedungbanteng, Dian Amri yang mengambil jatah bantuan makanan, kemarin siang. “Dikumpulkan di balai desa dulu. Kalau sudah lengkap seribu bungkus baru di bagikan ke warga,” pungkasnya. (rpp/jay)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP