alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Sesi I UMK, Tiga Bacarek Unair Sampaikan Program Unggulan

18 Februari 2020, 21: 56: 11 WIB | editor : Wijayanto

VISI MISI: Bacarek Unair Dr. Muh Nafik mengajak Unair menjadi kampus yang mandiri dan inovatif.

VISI MISI: Bacarek Unair Dr. Muh Nafik mengajak Unair menjadi kampus yang mandiri dan inovatif. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Proses seleksi dan pemilihan calon rektor Universitas Airlangga periode 2020-2025 tiba di sesi Uji Masyarakat Kampus (UMK). Nantinya UMK akan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (18/2) hingga Kamis (20/2).

Di hari pertama, Selasa (18/2), tiga dari sembilan bakal calon rektor menyampaikan gagasan andalannya untuk kemajuan Unair ke depan. Di antaranya Dr. Muhammad Nafik, Prof. Rahmi Jened dan Dr. Eridani M.

Dr. Muhammad Nafik dalam paparannya mengajak agar Unair menjadi kampus yang mandiri dan inovatif berbasis kekayaan masyarakat. Dengan pengembangan penelitian yang bisa menggandeng industri. Sehingga tidak bergantung pada hibah negara. 

Sementara  Prof. Rahmi Jened dalam paparannya menekankan pada penguatan legalitas kampus dengan eksplorasi brand, HAKI dan sistem akreditasi di setiap fakultas.

Sehingga dengan demikian, nama Unair bisa dengan mudah bersaing dan diakui seperti kampus-kampus besar yang lain. 

Guru Besar FH UNAIR itu juga menekankan adanya efisiensi dan sustainability terutama pada sarana dan prasarana bangunan di kampus.

“Selain itu di eranya Jokowi di mana mengemukakan tentang pembaruan ekonomi tahun 2018 dengan adanya omnibus law, hakikatnya deregulasi, mengurangi peraturan dan birokratisasi. Kita waktunya virtualisasi. Gak perlu bangun banyak gedung, tapi pakai model sharing dengan yang lain,” paparnya di Aula Garuda Mukti Kampus C UNAIR, Selasa (18/2).

Selanjutnya adalah Dr. Eridani dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR. Dalam paparannya, ia menegaskan peran UNAIR ke depan harus mampu berpartisipasi aktif untuk mendukung dan berperan dalam menuntaskan persoalan sosial masyarakat yang ada di Jawa Timur dan Indonesia.

Tidak hanya itu, ia juga menekankan adanya penataan dan pengelolaan pembelajaran mahasiswa.Terlebih adanya prodi teknik yang nantinya bisa ditata dengan lebih baik. Pada akhir, ia juga menekankan adanya publikasi riset, magang, dan program kemasyarakatan yang lebih optimal.

Prof Suryanto, Ketua Pemilihan Calon Rektor Unair menyebut, bakal calon rektor yang paling dicari untuk membawa kampus ke depan adalah mereka yang paling paham visi misi serta statuta universitas. “Dan tidak kalah penting mereka yang bisa membawa nama Unair lebih baik ke depannya,” terangnya. 

Setelah UMK, lanjutnya, masing-masing bakal calon rektor akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di depan anggota Senat Unair. Presentasi akan diselenggarakan di awal Maret 2020.

Setelah itu akan disaring tiga calon rektor yang akan bersaing di hadapan Majelis Wali Amanah dan akan dipilih menjadi rektor Unair periode 2020-2025 

Adapun tiga tim penguji di hari pertama UMK di antaranya adalah Prof dr. Inge dari Fakultas Kedokteran, Prof Bagong Suyanto dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Prof. Dr. Moh. Yasin dari Fakultas Sains dan Teknologi. UMK dihadiri langsung oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan tim penilai. (ism/jay)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia