alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Politik Surabaya
icon featured
Politik Surabaya

Perketat Paslon Independen, Formulir Dukungan Tak Boleh Ada Coretan

18 Februari 2020, 18: 54: 05 WIB | editor : Agung Nugroho

Komisioner KPU Kota Surabaya M Kholid Asyadulloh

Komisioner KPU Kota Surabaya M Kholid Asyadulloh (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya menggelar tahapan penerimaan syarat dukungan bagi bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan/independen untuk Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya tahun 2020.

Tahapan penerimaan dokumen syarat dukungan akan dilaksanakan pada 19-23 Februari 2020 di kantor KPU Surabaya.

Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Teknis dan Penyelenggaraan Muhammad Kholid Asyadulloh mengatakan, penyerahan dukungan dilaksanakan pada 19-22 Februari pukul 08.00-16.00. Sedangkan 23 Februari pada pukul 08.00-24.00.

"Bapaslon harus menyerahkan formulir dukungan yang jumlahnya 138.565 lembar. Dukungan itu wajib dilampirkan dengan fotokopi KTP elektronik," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (18/2).

Selain itu, bakal calon harus menyerahkan satu rangkap asli hasil cetak formulir model B.1.1-KWK perseorangan yang dicetak dari Sistem Informasi Pencalonan (SILON) dan ditandatangani oleh bakal pasangan calon, dan satu rangkap salinan juga harus dilampirkan. Juga harus dilampirkan pula satu rangkap asli hasil cetak formulir model B2-KWK perseorangan yang dicetak dari SILON.

"Formulir model B1-KWK perseorangan dan formulir model B1.1-KWK perseorangan wajib dikelompokkan berdasarkan wilayah  desa atau kelurahan," jelasnya.

Kholid mengatakan, formulir dukungan ini tidak boleh ada coretan. Jika terdapat coretan, maka dipastikan gugur. Selain itu, KPU juga akan melakukan verifikasi jika terdapat dukungan ganda. "Nanti yang kami panggil adalah orang yang memberikan dukungan ganda itu. Bukan bapaslonnya," katanya.

Menurut dia, ada lima bapaslon perseorangan yang sudah mengambil SILON. Yakni Usman Hakim-Sirojul Alam, Muhammad Sholeh-Taufiq Hidayat, Muhammad Yasin-Gunawan, Sungkono Ari Saputro-Agung Purnomo, dan Fatchul Muid-Tatik Effendi.

"Tapi tidak bisa dipastikan semua bapaslon ini akan menyerahkan syarat dukungan. Biasanya yang dialami bapaslon adalah tidak bisa memenuhi persyaratan yang ditentukan," pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia