alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Warga Menganti Ditangkap dengan Tuduhan Mengedarkan 5.000 Dobel L

18 Februari 2020, 18: 30: 12 WIB | editor : Agung Nugroho

DICIDUK: Tersangka Hadi Mustakim diamankan bersama barang bukti di Polsek Wiyung.

DICIDUK: Tersangka Hadi Mustakim diamankan bersama barang bukti di Polsek Wiyung. (IST)

Share this      

SURABAYA-Tim Anti Bandit Polsek Wiyung berhasil menggagalkan peredaran ribuan pil dobel L. Satu orang ditetapkan tersangka, yakni Hadi Mustakim, 28, pengedar yang tinggal di Jalan Menganti Krajan Gang Al Azhar, Menganti, Gresik. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti pil dobel L sebanyak 5.000 butir. 

Menurut informasi, kasus penangkapan tersangka berawal dari razia cipta kondisi (cipkon) yang digelar Polsek Wiyung di Jalan Menganti Gemol, Wiyung, Sabtu (15/2) malam. Saat itu melintas pengendara motor FA, 17, pelajar SMK yang tinggal di Dusun Kasiyan, Desa Lampah, Kedamean, Gresik. Tak lama kemudian ketika dihentikan polisi, FA gelagapan ketakutan. Padahal, dia membawa surat kelengkapan kendaraan. 

Karena mencurigakan, polisi lalu melakukan penggeledahan badan FA. Hasilnya, ditemukan 6 butir pil dobel L.

Ketika diinterogasi, FA mengaku baru saja membeli barang haram tersebut dari Hadi yang tinggal Menganti. Kemudian, FA dikeler ke Menganti. "Hadi kami gerebek di rumahnya. Dan ditemukan lima bungkus plastik berisi 5.000 butir pil dobel L," kata Kapolsek Wiyung Kompol M Rasyad, Senin (17/2).

Selain menemukan 5.000 pil dobel L, ditemukan pula 1 plastik berisi 51 pil dobel L, sebuah HP dan uang tunai hasil penjualan Rp 1, 3 juta. "Pengakuannya dia membeli dari Ambon (buron) warga Desa Panggang, Gresik," bebernya.

Setiap plastik berisi seribu butir dibeli dengan harga Rp 1 juta. Kemudian oleh tersangka per 10 butir dijual kembali dengan harga Rp 20 ribu. "Pengakuannya sudah setahun jadi pengedar," kata Rasyad. (rus/rek)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia