alexametrics
Jumat, 03 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Komisi B Tolak Rencana Pembangunan Kereta Gantung di Bromo

18 Februari 2020, 17: 07: 55 WIB | editor : Agung Nugroho

KURANG PAS: Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Mahdi.

KURANG PAS: Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Mahdi. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan pembangunan kereta gantung di kawasan Gunung Bromo  mendapat penolakan. Bahkan, proyek Pemprov Jatim tersebut belum diketahui oleh pemerintah pusat, meski masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019.

"Rencana pembangunan kereta gantung belum jelas dan sudah meresahkan para pelaku giat wisata di Bromo. Karena Bromo menjadi 10 program wisata nasional, sebaiknya tidak ada kereta gantung itu. Malah nasional sendiri tidak tahu kalau ada program kereta gantung," ungkapnya Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim Mahdi.

Mahdi menjelaskan kalau kereta gantung dibangun akan banyak merugikan para pelaku wisata yang ada di kawasan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di antaranya ojek motor, komunitas mobil jeep dan kuda. "Ini yang dikhawatirkan para pelaku wisata. Jadi kalau ada kereta gantung takut mematikan pelaku wisata yang ada di sana," jelas Politisi PPP ini.

Lebih lanjut Mahdi menambahkan Bromo Tengger masuk daerah yang adat dan budayanya sangat kental. Ia berharap agar program dari provinsi atau pusat itu tidak menghilangkan atau mengorbankan adat budaya di Bromo Tengger. "Jangan sampai mengubah  adat istiadat yang ada di sana. Kalau sudah ada kereta gantung juga mempengaruhi budaya yang ada di sana," paparnya.

Menurutnya sekarang ini di daerah Bromo ada istilah bulan ke tujuh. Yakni, semua kendaraan bermotor tidak boleh turun ke lautan pasir Gunung Bromo. "Satu bulan penuh dalam rangka menyeimbangkan ekosistem dan juga alam yang ada di Bromo," terangnya.

 Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berencana pembangunan kereta gantung di dua titik wilayah Jatim. Yaitu di Batu Malang dan Gunung Bromo. Bahkan, rencana pembangunan kereta gantung itu sudah masuk Perpres nomor 80 tahun 2019. Salah satu isinya, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan kereta gantung itu sekitar Rp 350 miliar. (mus/rak)

(sb/mus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia