alexametrics
Minggu, 29 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Sidoarjo
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Butuh Modal Untuk Menikah Warga Semampir Nekat Mencuri Motor

Takut Dihajar Massa Ceburkan Diri Ke Sungai

18 Februari 2020, 16: 59: 59 WIB | editor : Agung Nugroho

DITANGKAP: Tersangka Miswan saat ditanya Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martio. Ia batal nikah usai ditangkap karena curi motor.

DITANGKAP: Tersangka Miswan saat ditanya Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martio. Ia batal nikah usai ditangkap karena curi motor. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA-Miswan, 25, warga Jalan Jatipurwo I, Semampir terancam batal menikah. Lelaki yang tinggal di Jalan Bulak Banteng XXII, Kenjeran ini dibekuk Tim Anti Bandit Polsek Tenggilis Mejoyo usai mencuri motor Honda Beat milik Singgih Soekamto, 71, warga Jalan Ir Zaher Ibrahim II, Singosari, Kebomas, Gresik.

Kapolsek Tenggilis Mejoyo Kompol Kristiyan Beorbel Martio mengatakan, aksi pencurian motor korban dilakukan tersangka bersama teman Heri (DPO) di Jalan Sulawesi, Surabaya, Selasa (28/1) pagi.

Penangkapan tersangka berawal, ketika korban hendak bekerja menyapu di jalan. Dia memarkir motor di Jalan Sulawesi depan rumah nomor 17. Sialnya, saat itu kunci motor korban masih menempel. Tak lama kemudian, saat korban membuka pagar untuk mengambil motor, motornya sudah dinaiki pelaku dan langsung dibawa kabur.

Korban berteriak maling dan meminta tolong pengendara yang lewat. Merespon teriakan korban, pengendara lain turut mengejar tersangka Miswan yang mengendarai motor korban.

Aksi kejar-kejaran pun terjadi hingga ke Jalan Rungkut Industri. Ketika melintas di depan Polsek Tenggilis Mejoyo, anggota intelkam dan reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo turut mengejar tersangka.

"Anggota kami ikut mengejar. Tersangka berhenti di depan My Tower. Ia ketakutan hendak dihajar massa sehingga memilih menceburkan diri ke sungai," bebernya.

Dari keterangan tersangka, ia bersama temannya Heri (DPO) berkeliling mencari sasaran. Sebelumnya tersangka juga pernah mencuri di kawasan Jalan Panjang Jiwo Permai, Wonocolo. Saat itu ia mencuri sepeda motor Honda Beat yang kuncinya masih menempel dan terparkir di depan ruko. "Pelaku ini spesialis mencuri motor yang kuncinya nempel. Dia sudah beraksi dua kali," ucapnya.

Sementara itu, tersangka Miswan mengaku untuk motor curian pertama dijual oleh Heri seharga Rp 3 juta, hasilnya dibagi dua. Tersangka mengaku nekat mencuri motor kedua kalinya untuk tambahan biaya menikah. "Rencananya untuk biaya nikah yang masih kurang Rp 6 juta," ungkapnya.

Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir di kawasan Moroseneng itu mengaku, dirinya harus mengurungkan niat untuk menikah tersebut. "Tunggu keluar saja," katanya.(rus/gun)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia