alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Tiap Hari Disisir Satgas Kebersihan, Volume Sampah Berkurang

18 Februari 2020, 15: 57: 18 WIB | editor : Agung Nugroho

CEGAH BANJIR: Petugas (DKRTH) Surabaya membersihkan saluran air yang tersumbat.

CEGAH BANJIR: Petugas (DKRTH) Surabaya membersihkan saluran air yang tersumbat. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Volume sampah saat musim hujan dan kemarau berbeda signifikan. Saat musim hujan ini, Satgas Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya telah mengumpulkan 19,8 ton sampah di sungai-sungai di Kota Pahlawan.

Kabid Kebersihan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Arif Rusman mengatakan, setiap hari tim patroli menyisir sungai atau got-got di berbagai kawasan. Bahkan, saat terjadi banjir pun petugas tetap turun untuk membersihkan saluran yang mampet karena sampah. Sejumlah saluran air memang terhambat karena sampah.

“Setiap sungai ada petugas satgas pembersihan saluran. Ada empat orang orang yang menyisir setiap hari dan ada tim khusus yang berjumlah tujuh orang setiap hari menyisir dan memantau persebaran sampah yang ada di sungai,” katanya.

Arif menyebut sampah-sampah yang paling banyak di sungai berupa plastik, popok bayi, hingga kasur. “Di daerah Pegirikan kami menemukan kasur di selokan. Ini yang menghambat jalannya air," ungkapnya.

Dengan patroli rutin oleh tim yustisi DKRTH Surabaya, Arif mengklaim saat ini sampah-sampah di sungai sudah jauh berkurang ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Apalagi pemkot juga sudah melarang penggunaan tas plastik dan menempatkan bak sampah di sekitar bantaran sungai.

Selain itu, ada sanksi tegas kepada warga yang membuang sampah sembarangan di dalam Perda Kota Surabaya. Hal itu membuat masyarakat lebih tertib dalam membuang sampah. “Kami rutin sosialisasi kepada masyarakat. Biasanya tim yustisi DKRTH membagikan fotokopian perda larangan membuang sampah di tempat umum,” paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terus mengajak warga untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar kediamannya. Termasuk membersihkan saluran-saluran air. “Kita tidak bisa mengandalkan pompa air saja. Saluran-saluran itu juga harus diperhatikan,” katanya.

Risma juga melihat endapan di sungai cukup tinggi. Karena itu, dia mengerahkan petugas untuk melakukan pengerukan saluran-saluran air. (rmt/rek)

(sb/rmt/Nug/JPR)

 TOP