alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Ketagihan Judi Online, Karyawan Toko Gelapkan 53 Aki

Kelabuhi Perusahaan, Kardus Aki Diisi Batu

18 Februari 2020, 14: 37: 06 WIB | editor : Agung Nugroho

RILIS: Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Kristiyan Beorbel Martio menunjukkan tersangka dan barang bukti hasil penggelapan aki.

RILIS: Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Kristiyan Beorbel Martio menunjukkan tersangka dan barang bukti hasil penggelapan aki. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Karena gelap mata butuh uang untuk main judi dingdong, M Muhtar Jomroji, 30, nekat menggelapkan 51 buah aki mobil dari tempat kerjanya. Akibatnya, pria yang tinggal di Jalan Tenggilis 116 Surabaya itu ditangkap Tim Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo. 

Pria asal Jalan Krakatau Ngeblek, Desa Palem, Pare, Kediri itu dijebloskan ke penjara setelah dilaporkan pihak perusahaan, yakni M Gufron, 27, warga Jalan Gununganyar Tengah I, Surabaya. 

Terbongkarnya kasus penggelapan aki ini bermula dari audit perusahaan pada pertengahan Januari 2020 lalu. Saat ditelisik, ternyata ada beberapa faktur penjualan barang fiktif. Merasa ada yang janggal, kemudian pihak korban mengecek barang-barang yang ada di toko. 

Setelah dicek, ternyata isi di dalam kardus aki ada yang berupa batu. Puluhan aki juga hilang dan tinggal kardusnya. Korban yang curiga kemudian melapor ke Polsek Tenggilis Mejoyo.

"Kecurigaan perusahaan timbul karena tersangka pamit pulang kampung," ujar Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Kristiyan Beorbel Martio, didampingi Kanit Reskrim Ipda Wahyu Ngabekti, Selasa (18/2).

Menindaklanjuti laporan korban, polisi melakukan lidik terhadap tersangka. Saat dikejar ke Kediri, ternyata tersangka yang masih bujangan itu tidak ada di rumah. Tersangka kabur ke Badung, Bali. "Akhirnya kami kejar dan tangkap tersangka di Badung. Saat itu ngakunya mau cari kerja di Bali," ulasnya. 

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Kristiyan, tersangka mengakui telah menggelapkan aki milik perusahaan sejak Oktober 2019. Total sudah 51 unit aki mobil senilai Rp 30 juta yang digelapkan dan dijual tersangka.

Aksi culas tersebut dilakukan saat tersangka masih bekerja sebagai karyawan toko. "Modusnya aki dijual di luar toko tanpa dus. Sementara dusnya diisi batu," terang Kristiyan.

Sementara itu, tersangka M Muhtar Jomroji mengaku menjual satu unit aki mobil tanpa dus dengan harga Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu. Padahal aki biasanya dijual dengan harga Rp 900 ribu. "Hasilnya buat modal main judi dingdong online dan makan," ucap Muhtar terus terang.

Tersangka mengaku menjual aki tersebut secara langsung kepada orang yang membutuhkan dan tempat pengepul rongsokan. "Kardus aki yang kosong saya isi batu supaya tetap kokoh dan berat. Kalau kosong kan ringan," lanjutnya.

Dari pengungkapan kasus ini, polisi menyita dua buah dus aki berisi batu, 5 lembar faktur, 1 lembar nota fiktif, 3 lembar berita acara audit, 1 lembar slip gaji dan 1 lembar surat kuasa. Atas ulahnya tersangka dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan penjara. (rus/jay)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia