alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Politik Sidoarjo
icon featured
Politik Sidoarjo

Silahudin Minta Pendukungnya Bersabar Terkait Submit Dukungan

17 Februari 2020, 17: 21: 52 WIB | editor : Agung Nugroho

DAMAI: Bacabup Perseorangan Silabudin berjabat tangan dengan Bacabup Perseorangan lainnya Agung Sudiyono.

DAMAI: Bacabup Perseorangan Silabudin berjabat tangan dengan Bacabup Perseorangan lainnya Agung Sudiyono. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Tiga hari lagi, pendaftaran calon perseorangan dibuka. Sejumlah pasangan calon (Balon) perseorangan terus berupaya menuntaskan penginputan data dukungannya ke sistem aplikasi pencalonan (Silon). Mereka berharap penginputan selesai sebelum masa pendaftaran dimulai.

Silahudin misalnya, bacabup perseorangan itu mengaku, sejumlah pendukungnaya mulai mempertanyakan update penginpiutan yang dilakukan. Mereka meminta dirinya untuk segera mensubmit data dukungannya yang telah diinput ke Silon.

“Banyak masyarakat yang bertanya, kenapa kok enggak diupload,” ujarnya.

Silahudin mengatakan, pihaknya memang sengaja tidak mensubmit terlebih dahulu. Sebab jika langsung diupload, maka yang muncul adalah data terakhir yang diupload. Sementara proses penginputan sendiri tidak memungkinkan untuk dituntaskan dalam sehari.

Dia mencontohkan, jika saat ini yang diupload 20 ribu, kemudian hari berikutnya mengupload lagi sebanyak 3.000, maka yang muncul adalah 3.000, sementara yang 20 ribu tidak terbaca. Hal itu terjadi lantaran data yang diupload pertama tertindih data yang diupload berikutnya.

“Jadi itu merupakan bagian dari kelemahan Silon,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya meminta para pandukungnya uantuk bersabar. Sebab pensubmitan akan dilakukan setelag penginputan data selesai seluruhnya. Namun demikian, selama proses penginputan itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim KPU Sidoarjo.

“Jadi KPU selalu memberikan saran agar jangan disubmit dulu,” paparnya.

Devisi Tekni KPU Sidoarjo Miftakul Rohma mengatakan, ada sejumlah hal yang harus diketahui oleh para calon perseorangan. Misalnya untuk formulir B.1-KWK. Dokumen itu harus disusun secara perseorangan, yaitu satu pendukung dilengkapi satu surat pernyataan. Selain itu dikelompokkan berdasarkan wilayah desa.

“Juga harus ditempel dengan foto kopi e-KTP atau surat keterangan,” ujarnya. (far/nis)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia