alexametrics
Rabu, 08 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya
Puluhan Mahasiswa Jatim Dipulangkan dari Wuhan

Usai Kangen-Kangenan, Makan Bakso Bareng

17 Februari 2020, 17: 01: 18 WIB | editor : Agung Nugroho

BAHAGIA: Sejumlah warga Jatim dari Wuhan, Tiongkok, yang menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna disambut keluarga mereka saat tiba di Gedung VIP Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sabtu (15/2) malam.

BAHAGIA: Sejumlah warga Jatim dari Wuhan, Tiongkok, yang menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna disambut keluarga mereka saat tiba di Gedung VIP Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sabtu (15/2) malam. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Tangis haru mengiringi kedatangan 62 mahasiswa Jawa Timur di Bandara Internasional Juanda setelah menjalani observasi selama 14 hari di Pulau Natuna, Sabtu(16/2) malam. Mereka sampai di bandara pukul 22.15.

BAHAGIA: Sejumlah warga Jatim dari Wuhan, Tiongkok, yang menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna disambut keluarga mereka saat tiba di Gedung VIP Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sab

BAHAGIA: Sejumlah warga Jatim dari Wuhan, Tiongkok, yang menjalani masa karantina selama 14 hari di Natuna disambut keluarga mereka saat tiba di Gedung VIP Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sab (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

PULUHAN mahasiswa yang kuliah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, itu langsung disambut para orang tua yang telah menunggu sejak sore. Tampak pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Kebahagiaan terpancar dari keluarga Diany Luciany Aisyiah. Diany, ayah, ibu, dan kedua adiknya saling memeluk dan menitikkan air mata karena bisa berkumpul kembali setelah lebih dari enam bulan terpisah. Diany beberapa kali disebut orang tuanya sebagai sosok yang kuat pun rupanya tak mampu menahan air mata menyaksikan keluarganya menyambut di Bandara Juanda.

“Kami sekeluraga tentu senang. Kami ini  pergi ke mana-mana selalu bersama karena di Surabaya kita hanya punya satu sama lain di Surabaya, ayah, saya dan tiga kakak beradik ini. Makanya, kami sangat dekat. Kalau ada satu anggota keluarga yang tidak ada kami merasa kehilangan. Adik dan ayahnya juga menangis terus merindukan cecenya,” ujar Ernik Dwi Agustin, ibu Diany.

Masih dalam momen Hari Valentine, adik-adik dari mahasiswa Unesa semester 5 ini, Diani Nursaufika Aisyiah dan Ahmad Atta Faidzi, juga memberikan boneka Winnie The Pooh dan sebatang cokelat untuk kakaknya. Rencananya, keluarga kecil ini akan keluar untuk makan bakso bersama selepas kangen-kangenan di rumah. Sebab, Diany adalah penggemar bakso.

Ia dan keluarga juga akan melakukan aktivitas bersama yang sudah lama tidak dilakukan. Seperti jalan-jalan bersama. “Rencananya mau pergi makan bakso bareng, tapi ternyata pulangnya terlalu malam, jadi besok-besok saja. Yang penting sudah bisa berkumpul bersama,” lanjutnya.

Sebelumnya, Khofifah Indar Parawansa memastikan 65 mahasiswa asal Jawa Timur ini aman terbebas dari virus corona alias Covid-19. Bahkan, mereka dibekali dengan surat keterangan sehat dari Kementerian Kesehatan RI. Ia juga mengimbau para mahasiswa agar tidak lengah. Dan segera mengontak petugas medis jika menunjukkan gejala-gejala flu dan demam disertai sesak napas.

Pada kesempatan itu, Khofifah meminta seluruh masyarakat Jatim untuk tidak khawatir dengan kedatangan mahasiswa-mahasiswa dari Tiongkok. Sebab, mereka sudah dinyatakan sehat dan membawa surat keterangan sehat dari Kemenkes RI setelah menjalani masa karantina selama 14 hari di Pulau Natuna.

“Mereka sudah selesai mengikuti observasi sesuai dengan masa inkubasi dua kali. Dan mereka sudah dinyatakan tidak terindikasi, sudah punya keterangan sehat dari kemenkes,” tegas mantan mensos itu.

Menurut dia, proses sosialisasi dan interaksi warga masyarakat dan warga kampus jangan ada perubahan. Interaksi harus terus dilakukan seperti biasa. “Saya mohon jangan ada perbedaan, jangan ada perubahan,” pintanya.

Untuk menambah suasana yang hangat dan akrab, Gubernur Khofifah menyiapkan durian untuk para mahasiswa beserta keluarganya. Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menjelaskan, Pemprov Jatim menyiapkan tiga rumah sakit yang punya ruang isolasi. Yakni, RSUD dr Soetomo Surabaya, RSUD Saiful Anwar Malang, dan RSUD dr Soedono Madiun. (*/rek)

(sb/is/Nug/JPR)

 TOP