alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Hukum & Kriminal Surabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Tunggu Ayah Rawat Inap di RSI, Warga Dukuh Menanggal Curi Kotak Amal

17 Februari 2020, 16: 56: 00 WIB | editor : Agung Nugroho

DITAHAN: Tersangka Andi Suherman menunjukkan barang bukti kotak amal.

DITAHAN: Tersangka Andi Suherman menunjukkan barang bukti kotak amal. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Andi Suherman, 42, tak berkutik saat diringkus Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo. Lelaki yang tinggal di Jalan Dukuh Menanggal, Gayungan, Surabaya, itu diciduk setelah mencuri uang kotak amal masjid di Rumah Sakit Islam (RSI) Wonokromo.

Aksi Andi terekam CCTV rumah sakit. Mirisnya, Andi mencuri saat menunggu orang tuanya sedang rawat inap di RSI. Berdasarkan informasi, pelaku melancarkan aksi pencurian itu Kamis (13/2) pukul 01.42. Saat itu kondisi masjid sedang sepi. Pelaku masuk ke masjid dengan perlahan-lahan.

"Dia sempat pura-pura ibadah," kata Kapolsek Wonokromo Kompol Cristoper Adhikara Lebang melalui Kanit Reskrim Ipda Arie Pranoto.

Tak lama kemudian, setelah lokasi dipastikan aman, Andi mendekati kotak amal. Dia menggunakan alat pemotong kuku untuk merusak kunci kotak amal. Usaha pelaku berjalan mulus.

Setelah kotak amal terbuka, dia langsung mengambil semua uang infak jamaah di dalam kotak. Dalam sekejap uang pindah ke kantongnya. "Namun, dia tidak sadar bila aksinya terekam CCTV," lanjutnya.

Menjelang subuh, pengurus masjid yang mengetahui baru saja terjadi aksi pembobolan kotak amal lantas mengecek rekaman CCTV. Kemudian juga melapor ke sekuriti setempat.

Setelah itu, Ainur Rofiq, warga Jalan Banyu Urip Kidul III, yang bekerja sebagai satpam melaporkan kasus pencurian ke Polsek Wonokromo.

Berbekal rekaman kamera pengintai tersebut polisi melakukan penyelidikan bersama sekuriti. Ternyata, pelaku masih berada di rumah sakit. "Pelaku kami tangkap di rumah sakit. Dia waktu itu nunggu ayahnya yang sakit rawat inap," kata Ipda Arie.

Saat diringkus, pelaku tidak melakukan perlawanan. Ketika ditunjukkan rekaman CCTV yang menangkap aksinya, pelaku tak bisa mengelak. Dia pun mati kutu dan pasrah digelandang ke Polsek Wonokromo. "Barang bukti satu kotak amal, uang Rp 130 ribu, serta rekaman CCTV," beber mantan Panit Reskrim Polsek Tegalsari itu.

Sementara itu, tersangka Andi Suherman mengakui telah mencuri uang kotak amal itu karena butuh uang. "Rencana buat makan sehari-hari," ucap Andi.

Selain mencuri di masjid, pria yang bekerja sebagai penjaga makam itu mengaku pernah mencuri uang kotak amal di kawasan Gayungan, Surabaya. (rus/rek)

(sb/rus/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia