alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo
Bambang Haryo Gerak Cepat Lakukan Fogging

Ratusan Warga Dua Desa di Sidoarjo Terserang Penyakit Akibat Banjir

16 Februari 2020, 13: 23: 33 WIB | editor : Wijayanto

Ir. H. Bambang Haryo Soekartono

Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO – Sudah sebulan lebih, banjir akibat luapan sungai melanda Desa Kedungbanteng dan Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin. Parahnya, banjir itu juga berdampak pada aktivitas sekolah yakni SDN Banjarasri dan SMP Negeri 2 Tanggulangin.

Banjir yang masih menggenangi dua desa ini mengundang keprihatinan Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono. Politikus Partai Gerindra tersebut gerak cepat dengan menerjunkan tim untuk melakukan fogging di rumah warga dan sekolah.

Pasalnya, data dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyebutkan jika sedikitnya ada 278 warga di Desa Kedungbanteng dan  Desa Banjarasri terserang penyakit gatal-gatal, demam dan kini sedang rawat jalan. Mayoritas warga yang sakit didominasi oleh anak-anak dan ibu-ibu.

Andrie, salah satu tim Bambang Haryo Soekartono Peduli (BHS Peduli) mengungkapkan, kegiatan fogging yang dilakukan ini sangat diapresiasi oleh warga sekitar. Bahkan, warga turut terlibat langsung dengan menunjukkan titik yang mesti di-fogging.

“Masyarakat sangat antusias. Kali ini tim BHS Peduli fokus pada lokasi vital seperti rumah warga dan sekolah,” tuturnya, Sabtu (15/2).

Dia melanjutkan, fogging akan dilakukan di lokasi yang sama pada 23 Februari mendatang. Namun fokusnya berbeda karena menyasar pembersihan sampah yang tersumbat di aliran sungai.

Sementara itu, Sekretaris DPC Partai Gerindra Sidoarjo, Suwono, yang juga ikut melakukan aksi fogging menyebutkan kegiatan ini dilakukan lantaran adanya keprihatinan dan sudah menjadi tanggung jawab bersama.

“Rumah-rumah warga dan titik genangan air yang tersumbat akan terus menjadi fokus utama fogging. Semoga jentik nyamuk yang rentan membawa penyakit demam berdarah ini bisa dihentikan dengan fogging,” pungkasnya. (*)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia