alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Iso Ae
icon featured
Iso Ae

Kena Sihir Pengasihan, Di-KDRT 7 Tahun Tetap Cinta

16 Februari 2020, 05: 56: 10 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Karin, 31, adalah bukti nyata bahwa rumus cinta ditolak dukun bertindak, masih tetap eksis di dunia yang semakin digital dari hari ke hari.  

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kemarin, Jumat (14/2), di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya yang lenggang karena ditinggal Jumatan, Karin duduk di salah satu bangku. Ia mengenakan pakaian serba hitam. Bahkan rambut, sendal dan kulitnya juga hitam. Eits, gak rasis, manis tapi.

Siang itu, hanya ada penulis dan Karin di antara jajaran bangku lorong panjang itu. Mungkin, saking tidak ada orang yang diajak bicara, Karin membuka obrolan dengan penulis. Meski agak teriak-teriak karena kami duduk berjauhan.

Ada tiga saf bangku di ruang tunggu tengah. Penulis duduk di ujung kanan, Karin di ujung kiri. Di antara kita, masih ada satu bangku panjang yang memisahkan. Merasa aneh ? Iya, penulis juga baru kali ini bisa ngobrol asyik dengan orang asing dengan posisi duduk yang canggung. 

Di situ, Karin mulai curhat. Katanya, selama menikah, ia berada dalam pengaruh sihir pengasihan. Bahasa umumnya pelet. Ia dipelet oleh Donwori, suaminya. 

"Pantesan yo Mbak, wingi itu saya tolak-tolak terus lho waktu mas Wori PDKT, pokoknya saya cuek. Soalnya ya maaf, bukannya mengilokno orang sana, dia orang Madura. Kan terkenal watak keras gitu, makanya  saya anti. Lah tapi saya kok tiba-tiba mau," ujar Karin terbata-bata, berusaha ngimbangi penulis yang sok-sokan pakai bahasa Indonesia. 

Kalau mengingat lagi, ia mulai tumbuh respect manakala Donwori kerap mengunjungi tempat kerjanya sambil membawakan makanan. Tidak untuknya saja sih, tapi juga untuk teman-temannya.

Karin yang takut, awalnya juga tidak mau makan. Tapi karena setelah melihat temannya makan dengan lahap tanpa terjadi apa-apa, Karin pun mulai woles memakan apa pun pemberian Donwori.

Sejak saat itu, perasaannya yang sebelumnya anti, mulai berpikir, eh Donwori kok lumayan ganteng ya, kok perhatian ya orangnya. "Koyo.. Eh, kayak ada perasaan aku kok pengen menyayangi ya jadinya," lanjut Karin. 

Perihal apakah Donwori memberikan pelet di makanannya, Karin tak yakin. Yang jelas beberapa saat kemudian, ia pacaran dan menikah. 

Setelah menikah, Karin terpaksa tinggal di rumah kontrakan. Ini karena ibunya, tak suka dengan Donwori. Alasannya, sejak masih pacaran, Donwori sudah berani main tangan ke Karin.

"Tapi waktu itu saya gak merasa kesal dipukuli Mbak. Saya tetap cinta, sayang sama dia. Sampai hubungan saya dengan orang tua merenggang gara-gara saya ngeyel mau nikah sama Wori," curhat Karin.

Setelah menikah, penderitaan Karin yang sesungguhnya dimulai. Di saat  pengantin baru mesra-mesraan dengan pasangannya, Karin harus ngaplo karena kerap ditinggal Donwori dugem. 

Donwori baru pulang menjelang subuh. Itu pun selalu buat perkara. Dan di bawah pengaruh alkohol ia menjadikan Karin samsak hidup tanpa alasan. "Saya dipukuli pakai helm sampai memar di mana-mana, sakit, ya menangis, tapi tetap diam tidak melawan," ujarnya. 

Kejadian semacam itu, adalah makanan sehari-hari Karin. Ia sudah jadi bahan omongan oleh tetangga. Beberapa yang iba bahkan menyarankan agar Karin lapor polisi saja. Namun tentu tidak ia  lakukan.

Saat dipukul  itu, Karin marah, juga trauma. Tapi setelah melihat mata suaminya, Karin kasihan lagi. Timbul rasa ingin menyayangi, ngopeni Donwori lagi. Belakangan, ia tahu kalau suaminya pakai pengasihan lewat tatapan mata juga. 

"Tahunya kalau saya dikasih pengasihan itu ya kata tetangga saya yang kebetulan juga orang Madura. Katanya di sana masih banyak yang begituan itu. Setelah diusut, lha kok ternyata tetangga samping rumah pas, buka praktek dukun. Saudaranya ternyata juga ada yang dukun."

Akhir penderitaan Karin terjadi satu bulan lalu. Kala itu, Donwori mengamuk karena Karin mulai berani melarangnya minum dan judi. Eh, Donwori tidak terima.  Karin diancam akan dibunuh saat itu juga kalau ia kebanyakan cing cong.

Karin yang merasa sudah tidak beres dari suaminya memutuskan untuk minggat, balik lagi ke rumah orang tuanya. Di situlah, ia dibawa bapaknya berobat ke dukun untuk memecahkan pelet dari Donwori. 

"Setelah itu saya balik lagi ke kontrakan dan bicara ke Wori mau pisah. Anehnya cuma waktu itu lho, saya melihat tampang suami saya buenci. Padahal biasanya kasihan terus. Jadi  sihirnya sudah hilang," lanjut Karin. 

Yang disesalkan, kenapa ia baru sadar kena pelet saat usia tujuh tahun pernikahan. Ke mana saja ia selama ini sampai mau-maunya mbelani Donwori segitunya. Namun bagaimana lagi, ia sudah move on. Untungnya kok dia belum punya anak.

Coba bayangkan betapa traumanya anaknya melihat adegan KDRT setiap hari. Ia saja sudah trauma sampai kena penyakit ginjal. "Kata dokternya sakit saya karena stres. Ya dipukuli itu," akunya. 

Dan sembari mengurus cerai ini, Karin sudah pisah rumah dengan Donwori. Ia takut, kalau tetap bersama, ia berubah pikiran. Kena pengasihan yang lebih tokcer dari Donwori. (*/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia