alexametrics
Senin, 06 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Nilai Indeks Ketahanan Pangan Sidoarjo Tahun 2019 Kalahkan Nasional

15 Februari 2020, 12: 39: 51 WIB | editor : Agung Nugroho

SUBUR: Para petani bersiap untuk melakukan tanam padi di persawahan di Sidoarjo.

SUBUR: Para petani bersiap untuk melakukan tanam padi di persawahan di Sidoarjo. (DOK/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Indeks ketahanan pangan (IKP) Sidoarjo di tahun 2019 melebihi IKP nasional. Yakni 73,55 untuk Sidoarjo. Sedangkan 54,8 untuk nasional. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan IKP dari tahun ke tahun. Salah satunya memberdayakan gabungan kelompok tani (gapoktan). 

Sidoarjo sudah memiliki tujuh gapoktan pengembangan usaha masyarakat dari Kementerian Pertanian yang sudah mandiri. Mereka adalah gapoktan Sido Makmur Desa Pilang Wonoayu, gapoktan Sido Makmur Desa Pesawahan Porong, gapoktan Sari Tani Desa Kedungboto Porong, gapoktan  Sejahtera Desa Gedangrowo Prambon,  gapoktan Gotong Royong Desa Pertapan Kecamatan Taman, gapoktan Kemuning Asri dari Desa Kemuning Kecamatan Tarik dan gapoktan Bogser dari Desa Bogempinggir Kecamatan Balongbendo.  

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Sidoarjo Abriyani Susilowati mengatakan, gapoktan ini wajib menggiling gabah, mengemas hingga menjual hasil gilingan tersebut. “Untuk memutus mata rantai ke tengkulak. Harapannya masyarakat bisa membeli produk kita sendiri,” jelasnya. 

Dengan demikian harga jual cukup terjangkau, Rp 9.200 per kg. 

Abri menambahkan, kekurangannya warga beras tidak seputih beras yang ada dipasaran. Butir beras sedikit lebih kecil, tetapi dijamin lebih sehat karena tidak ditambah pemutih. Secara bertahap, akan dilakukan peningkatan produk. “Sekarang masih tergolong beras medium,” imbuhnya. 

Selama ini, Kecamatan Tarik, Balongbendo, Prambon, Krembung dan Tulangan menjadi penyumbang gabah terbesar untuk sekali masa panen di Sidoarjo. Setahun bisa tiga kali panen. “Kualitas gabah dipengaruhi kualitas air,” terangnya. 

Jumlah stok beras kita mencapai 500 ton. Sedangkan konsumsi sekitar 190 ton. “Tapi itu bukan hanya produksi Sidoarjo,” katanya lagi. 

Dengan produksi gabah 205. 771 ton. 25.926 padi berasal dari luar Sidoarjo. Total ketersediaan beras 525. 964 ton. Stok beras lebih ini disokong dari Mojokerto sebagai salah satu daerah penghasil beras bagus di Jawa Timur. (rpp/nis)

(sb/rpp/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia