alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Permintaan Masker Melonjak Apotek Malah Kesulitan Mendapatkan Stok

14 Februari 2020, 18: 40: 00 WIB | editor : Agung Nugroho

MAHAL: Salah satu pengendara motor di Jalan A.Yani, Sidoarjo yang nampak mengenakan masker, meski harga melambung.

MAHAL: Salah satu pengendara motor di Jalan A.Yani, Sidoarjo yang nampak mengenakan masker, meski harga melambung. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Kenaikan harga masker yang melonjak drastis terjadi di sejumlah daerah termasuk di Sidoarjo.  Apotek pun terpaksa tidak menjual masker karena kesulitan mendapatkan stok.

Nita, salah satu apoteker K-24 di Sidoarjo menyebutkan, kenaikan harga masker itu sudah terjadi beberapa minggu terakhir. Kenaikannya juga cukup fantastis hingga mencapai 3 kali lipat.

Untuk saat ini, harga satu boks masker isi 50 buah masker dijual Rp 177 ribu. “Padahal harga normal sekitar Rp 40 ribu,” katanya.

Meski mahal, namun tidak membendung para pembeli untuk mendapatkan masker tersebut. Pembeli masker yang dating ke apotek justru bukannya menurun. “Bahkan lebih banyak dari sebelum naik,” bebernya.

Tingginya harga masker tenyata juga disebabkan masalah pendistribusian. Apotek di Sidoarjo juga terpaksa menolak pembeli masker karena telah kehabisan stok. “Sudah dua minggu kami tidak melayani penjualan masker,” terang Indah, Apoteker Kimia Farma di Sidoarjo.

Pihak apotek sebenarnya ingin menjual masker. Sayangnya untuk mendapatkan masker di distributor juga kesulitan. “Sejak ada isu Corona, jadi sulit mendapatkan stok masker di distributor,” urainya.

Sementara itu Lukman, salah satu pembeli mengaku juga masih tetap membeli masker meski harganya naik. Baginya, masker sangat dibutuhkan dalam kegiatan sehariannya. “Untuk jaga jaga, apalagi sering perjalanan naik motor,” sebutnya. (son/nis)

(sb/son/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia