Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo
Korban Tewas Tenggelam Di Sungai Pucang

Anak Band Sekolah, Giat Mengaji dan Jamaah Mushala Itu Telah Pergi

Sekolah Menggelar Salat Gaib

14 Februari 2020, 16: 18: 46 WIB | editor : Agung Nugroho

DOA BERSAMA: SMPN 5 Sidoarjo gelar salat gaib dan istighotsah untuk ketiga korban laka air, Jumat (14/2).

DOA BERSAMA: SMPN 5 Sidoarjo gelar salat gaib dan istighotsah untuk ketiga korban laka air, Jumat (14/2). (HILDAN SEPKA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Pasca ditemukan tiga jenazah korban tenggelam di Sungai Pucang, SMPN 5 Sidoarjo gelar salat gaib dan istighotsah. Hal itu dilakukan untuk mendoakan, Akhmad Dafaldi Baihaqi, M Ruli Kurniawan, M Nuh Achsan (Aan), siswa sekolah itu yang menjadi korban laka air di Sungai Pucang, Rabu (12/2) lalu.

Salat gaib dan istighotsah dilaksanakan setelah jam pelajaran kedua, Jumat (14/2). Seluruh siswa dan guru mengikuti kegiatan tersebut untuk sebagai bentuk mendoakan. “Setelah Ahsan (korban pertama) ditemukan, Kamis (13/2) sudah dilakuan salat gaib dan istighotsah,” kata Kepala SMPN 5 Sidoarjo Siti Latifah kepada Radar Sidoarjo, Jumat (14/2).

Pada Kesempatan itu dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi kepada siswa agar tetap mematuhi arahan dari guru. Diingatkan pula kepada siswa agar setelah pulang sekolah langsung  ke rumah. Kalaupun ingin keluar rumah harus atas izin dan sepengetahuan orang tua. “Peringatan ini sudah kerap sekali disampaikan,” tegasnya.

Menurut Siti Latifah, sosok Akhmad Dafaldi Baihaqi merupakan anak yang baik dan patuh. Di sekolah tidak pernah menunjukkan sikap neko-neko. Dafaldi aktif di pergaulannya. Sebab anak kelas VII-7 tersebut mengikuti kegiatan band di sekolah. “Anak itu suka sekali bermain musik. Orang tuanya pun mengakui,” bebernya.

Sementara itu, korban yang berencana menolong temannya saat kejadian, M Nuh Achsan yang biasa disapa Aan termasuk anak yang sopan. Siswa kelas VII-6 tersebut diketahui aktif untuk mengaji dan salat berjamaah di musala dekat rumahnya Jalan Jenggolo 2, Nomor 110, RT 06/RW 02. “Banyak disukai teman-temannya di sekolah,” terangnya.

Sedangkan, Ruli Kurniawan siswa kelas VII-6 merupakan anak yang pandai bergaul. Bocah beralamat Jalan Yos Sudarso G.5 itu sewaktu di sekolah merupakan siswa yang cukup menguasai mata pelajaran. Ketiganya tidak ada riwayat kenakalan di sekolah maupun di luar. “Cuma nakal sewajarnya anak-anak di usia 13 tahun tidak sampai berlebihan,” pungkasnya. (hil/nis)

(sb/jpg/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia