Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Bambang Haryo Prihatin Tiga Siswa Tenggelam di Sidoarjo

14 Februari 2020, 15: 05: 16 WIB | editor : Wijayanto

Calon Bupati Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono

Calon Bupati Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO – Calon Bupati Sidoarjo, Ir. H. Bambang Haryo mengaku turut prihatin dan ikut berduka atas musibah tenggelamnya tiga siswa SMPN 5 Sidoarjo di Kali Pucang, Rabu (12/2).

"Saya turut prihatin dan ikut berbelasungkawa atas musibah tersebut. Semoga ini tidak terjadi lagi di Sidoarjo,” kata Bambang Haryo, Kamis (13/2).

Dikatakan Bambang Haryo, musibah yang terjadi menjadi bukti bahwa pengawasan terhadap masyarakat yang ingin memanfaatkan sungai untuk kegiatan atau aktivitas di sungai masih kurang.

“Terjadinya musibah ini membuat kita harus lebih aware terhadap sekitar. Termasuk dari instansi terkait untuk memberikan rambu-rambu informasi yang jelas kepada masyarakat. Tanda larangan yang menjelaskan kalau sungai tersebut dalam keadaan bahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia melanjutkan bahwa informasi mengenai potensi bencana harus diinformasikan kepada publik secara terus menerus. Sebagaimana dalam Undang-Undang (UU) No 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan juga dalam bentuk informasi tertulis yang disediakan untuk masyarakat terutama yang tinggal di bantaran sungai.

Selanjutnya, kata politisi Partai Gerindra ini, di samping sosialisasi mitigasi bencana, penyelamatan dan perlindungan juga perlu disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Masyarakat di sekitar bantaran sungai itu harus ada pelatihan pendidikan penanggulangan bencana untuk penyelamatan, dan tugas tersebut diberikan kepada warga yang memiliki kecakapan,” tambahnya.

Dikatakan Bambang Haryo, seharusnya pendidikan dan pelatihan penyelamatan terhadap masyarakat di sekitar bantaran sungai dimasukkan dalam anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dikarenakan sungai dan kanal yang ada di wilayah Sidoarjo jumlahnya ribuan.

Kemudian, pengawasan orang tua atau wali murid maupun guru juga penting dilakukan terhadap anak murid. Pantauan keduanya dari sekolah sampai rumah dan sebaliknya sangat penting mengingat musibah dapat terjadi kapanpun dan di manapun.

Sebagai anggota DPR-RI periode 2014-2019 yang pernah duduk di Komisi V, dalam kejadian tenggelamnya tiga siswa di Sidoarjo tersebut, dia terus menekan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD untuk segera melakukan pencarian korban dengan kekuatan maksimal.

Tak hanya menekan BNPB dan BPBD, kepedulian Bambang Haryo juga ditunjukkan dengan menggerakkan tim BHS Peduli yang datang langsung ke tiga rumah duka dan memberikan santunan kepada keluarga korban.

Kedatangan pertama di rumah duka Dafaldi (13) di Jalan Yos Soedarso Gang 5 Sidoklumpuk. Lalu dilanjutkan mendatangi rumah duka Moch. Rully Kurniawan (13) di wilayah yang sama dan Nuch Hasan (13) di Jenggolo. “Kedatangan tim BHS ini tanpa tendensi apapun. Murni karena faktor kemanusiaan, dan sekaligus mengucapkan belasungkawa mendalam secara langsung kepada keluarga korban,” tutur Andre, salah satu anggota tim BHS, Kamis malam (13/2).

Sebelumnya diinformasikan, tiga siswa SMPN 5 Sidoarjo yakni Aan Nuch Hasan (13), Moch Rully Kurniawan (13), dan Dafaldi (13) ditemukan tak bernyawa oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Sidoarjo saat berenang di Kali Pucang. (rul)

(sb/rul/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia