Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Realisasi Investasi Jatim Lampaui Nasional, Terbanyak di Surabaya

14 Februari 2020, 14: 39: 32 WIB | editor : Wijayanto

MASIF: Infrastruktur menjadi andalan investasi di Jatim.

MASIF: Infrastruktur menjadi andalan investasi di Jatim. (DOK/JPC)

Share this      

SURABAYA - Realisasi investasi di Jawa Timur tahun 2019 mencapai Rp 58,45 triliun. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 14,2 persen dibanding tahun 2018. Bahkan, lebih tinggi dari kenaikan investasi nasional sebesar 12,24 persen.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jatim Aris Mukiyono mengungkapkan, realisasi investasi tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 13 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp 45,45 triliun.

“Pertumbuhan positif ini patut menjadi momentum kebangkitan ke depannya. Sebab, sebelumnya mengalami investasi kita menurun selama dua tahun berturut-turut,” ujar Aris Mukiyono.

Aris mengaku gembira karena pertumbuhan investasi Jatim tahun 2019 ternyata lebih tinggi dari pertumbuhan investasi nasional. Capaian investasi Jatim pada tahun 2017 dan 2018 mengalami penurunan berturut-turut sebesar -8,7 persen dan -23 persen. “Namun, tahun 2019 iklim investasi Jatim menemukan momentum titik baliknya, tumbuh 14,2 persen,” katanya.

Menurut dia, pertumbuhan itu didorong terutama oleh PMDN yang menggeliat secara signifikan dengan laju pertumbuhan tertinggi selama enam tahun terakhir. Sedangkan PMA masih mengalami tren penurunan.

Secara nasional, total investasi Jatim 2019 berkontribusi sebesar 7,22 persen, menduduki peringkat keempat setelah Jawa Barat 16,98 persen, DKI Jakarta 15,31 persen, dan Jawa Tengah 7,35 persen.

“Tahun 2019 Jatim berhasil menggeser Banten yang pada tahun sebelumnya bertengger di peringkat keempat. Artinya, iklim investasi di Jatim semakin kondusif. Tentu saja ini menerbitkan optimisme kita semua,” katanya.

Berdasarkan bidang usaha, data DPM-PTSP Jatim menunjukkan, investasi Jatim 2019 didominasi oleh sektor konstruksi sebesar Rp 9,88 triliun. Disusul industri makanan Rp 9,5 triliun; listrik, gas, dan air Rp 9,13 triliun, gudang dan telekomunikasi Rp 6,56 triliun; dan industri kimia dan farmasi Rp 5,95 triliun.

Sedangkan untuk lokasi usaha, investasi Jatim tahun 2019 paling banyak tersebar di Kota Surabaya Rp 10,89 triliun, Kabupaten Pasuruan Rp 9,87 triliun, Kabupaten Probolinggo Rp 8,32 triliun, Kabupaten Malang Rp 4,74 triliun, dan Kabupaten Gresik Rp 4,67 triliun.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, investasi unggulan Jatim ada di sektor industri, pertanian, perikanan, dan pariwisata. Kemudian sektor pertambangan, energi, hingga bermacam sektor dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim.

"Jawa Timur merupakan salah satu barometer pembangunan bagi seluruh provinsi di Indonesia dalam segala hal. Sekaligus menjadikan daerah yang tepat untuk berinvestasi," ungkapnya.

Khofifah menerangkan, pemprov tengah fokus pada upaya membuka poros-poros industri baru di sejumlah wilayah potensial. Misalnya, di sisi barat dan selatan Jawa Timur, termasuk Pulau Madura.

Pembukaan poros baru industri ini merupakan bagian dari upaya pemerataan ekonomi Jatim. Selama ini titik berat investasi mayoritas berputar di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuran, dan Gresik.

Menurut dia, sektor industri kimia dasar, seperti industri semen, farmasi, bahan makanan, serta petro kimia sangat berpotensi dikembangkan dengan dukungan investasi asing. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Jatim juga cukup menggembirakan. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia