Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DPRD Jatim Apresiasi Kinerja Duet Khofifah-Emil

14 Februari 2020, 14: 19: 35 WIB | editor : Wijayanto

DUET: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak

DUET: Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Dardak (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Menanggapi satu tahun kepemimpinan Gubernur Khofifah dan Wagub Emil, Plt Ketua DPD Partai Demorat Jatim Renville Antonio mengatakan, pasangan ini telah mengukir prestasi yang membanggakan. Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019 menjadi kado terindah ulang tahun kepemimpinan mereka.

Menurut dia, Prepres tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Di Kawasan Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Kawasan Bromo-Tengger-Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis Dan Lintas Selatan merupakan bukti kepercayaan Presiden Jokowi bahwa Jatim bisa berkembang pesat. Terbukti dari data BPS 2019, PDRB Jawa Timur menyumbang 14,67 persen terbesar kedua dari 6 provinsi di Pulau Jawa.

Industri Jawa Timur menyumbang 22,09 persen share terbesar Kedua dari 34 provinsi secara nasional dan Jatim bisa menjadi penyumbang perekonomian Indonesia sebesar 15 persen. "Inilah yang dapat dipastikan menjadi latar belakang diterbitkannya Perpres 80 Tahun 2019. Bersamaan dengan Jawa Tengah dengan Perpres 79 Tahun 2019," ungkap Renville.

Apresiasi positif juga diungkapkan Sekretaris DPD Golkar Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak. Ia memberikan nilai 9 kepada Gubernur Khofifah di tahun pertama ini. "Nilai 9 ini kebetulan cocok dengan lambang bintang sembilan Nahdlatul Ulama (NU) yang juga merupakan organisasi dari Khofifah. Saat ini Khofifah masih menjabat sebagai Ketua Muslimat NU," katanya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur ini mengatakan, satu di antara tolak ukur keberhasilan Khofifah adalah konsistensi pemprov dalam menggelontorkan APBD yang berfokus pada pengembangan SDM.

Di antaranya, anggaran pendidikan dan kesehatan yang besarnya mencapai lebih dari 35 persen dari total APBD 2020 senilai Rp 35,1 triliun. "Tantangan pemprov ke depan, di antaranya, mengawal implementasi Perpres 80/2019," katanya.

Program Nawa Bhakti Satya yang dirancang Khofifah-Emil, Jatim Akses menjadi salah satu prioritasnya membangun Jatim dalam mensejahterakan masyarakat. Khusus untuk Jatim Akses, Gubernur Khofifah berjanji akan menyediakan hunian layak dan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Hal tersebut telah diwujudkannya lewat program Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH). Bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya dan Lantamal V, program tersebut dirancang dengan penambahan fasilitas jambanisasi. "Penambahan jamban dan elektrifikasi akan menjadi tolak ukur layak atau tidaknya rumah tersebut untuk ditinggali," ujar Khofifah.

Program RTLH yang dikerjakan bekerja sama dengan Kodam V/Brawijaya telah merenovasi sebanyak 138.945 unit rumah. Sedangkan kerja sama dengan Lantamal V mencapai 6.220 unit rumah. Pemprov Jatim menargetkan, pada 2020 program tersebut menyelesaikan 10 ribu unit RTLH. Sementara untuk jambanisasi, pada 2019 lalu telah diselesaikan 500 unit dan ditargetkan jumlahnya bertambah hingga 800 unit jambanisasi pada 2020.

"Kita berharap tahun 2022, seluruh wilayah Jatim sudah terlistriki semua. Tetapi kita ingin melakukan percepatan. Kalau basis rumah tangga kita sebetulnya berharap 2020 sudah selesai semua," ujar Khofifah.

Khofifah juga berkomitmen untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau, tak hanya dalam bentuk penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih saja. Namun, Pemprov Jatim juga bertekad membangunkan jaringan perpipaan di kawasan langganan kekeringan dengan sumber air terdekat.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jatim, pada tahun 2020 pembangunan perpipaan dilakukan di 367 desa. Jumlah tersebut meningkat 85 desa dibandingkan tahun 2019 yang telah dibangun 282 desa. "Akses terhadap layanan air minum dan air bersih merupakan bentuk layanan dasar kepada masyarakat," katanya. (mus/rek)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia