Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Setahun Khofifah-Emil, Pertumbuhan Ekonomi Jatim Lampaui Nasional

14 Februari 2020, 14: 11: 33 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersinergi membangun Jatim.

SEMANGAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak bersinergi membangun Jatim. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Tak terasa Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak genap setahun menjabat Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim Kamis (13/2). Meski baru setahun, sudah banyak prestasi yang diukir pasangan Khofifah-Emil.

Gubernur Khofifah menyebut ada sejumlah prioritas pembangunan untuk Jatim ke depan. Khususnya mengatasi angka kemiskinan yang tinggi, indeks pembangunan manusia (IPM), dan masalah lingkungan hidup. Saat ini angka pertumbuhan ekonomi Jatim masih di atas rata-rata nasional.

Namun, di sisi lain, tingkat kemiskinannya masih cukup tinggi. Ternyata, kebanyakan berasal dari kaum lansia. Karena itu, Khofifah mengupayakan bantuan sosial kepada sekitar 50 ribu lansia miskin di Jatim. Masing-masing Rp 2 juta per lansia. "Ini cukup signifikan menurunkan angka kemiskinan," kata Khofifah.

Mengenai IPM, yang masih peringkat ke-15 dari 34 provinsi, menurut dia, akibat banyaknya anak-anak yang putus sekolah. Akibatnya, mereka tidak memiliki keterampilan yang cukup di dunia kerja.

Khofifah mengatakan, karena SMP masih dikelola pemerintah kabupaten/kota, ia meminta para bupati dan wali kota lebih memperhatikan para anak-anak putus sekolah.

Jika para anak-anak tidak memiliki keterampilan yang cukup, itu akan kembali perpengaruh ke tingkat pendapatan dan kemiskinan. "Pada posisi kita sekarang ini berharap setiap tahun di Jatim ada 800 ribu lapangan kerja baru," katanya.

Bagaimana dengan persoalan lingkungan hidup? Selain reboisasi, Khofifah menyebut pentingnya pengerukan sungai agar kapasitas untuk menampung air hujan bertambah. "Kita juga akan melakukan penanaman di lereng-leren gunung," kata Khofifah. (mus)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia