alexametrics
Minggu, 05 Apr 2020
radarsurabaya
Home > Surabaya
icon featured
Surabaya

Satu Formasi CPNS Diperebutkan 30 Peserta

13 Februari 2020, 16: 21: 31 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JAWAPOS)

Share this      

SURABAYA - Tingkat kehadiran peserta tes sistem Computer Assisted Test (CAT) CPNS Pemprov Jatim Tahun 2020 selama empat  hari sejak tanggal 8 – 11 Februari tercatat sebesar 91 Persen. Tes diselenggarakan di Graha Unesa Lidah Kulon Kecamatan Lakarsantri Surabaya.

"Selama empat hari tersebut, jumlah peserta yang hadir 9.783 orang dan 1.017 peserta tidak hadir. Jumlah kehadiran tersebut sudah cukup tinggi dan hampir sama dengan tes tahun lalu," kata Kepala BKD Jatim, Nurcholis.

Untuk tingkat kehadiran peserta tes pada hari kelima Rabu (12/2), kata dia, masih terus didata. "Untuk daftar kehadiran peserta hari kelima ini belum final, karena tes sesi kelima digelar sampai sore ," jelasnya.

Menurutnya, persaingan peserta tes CPNS Pemprov Jatim tahun ini juga berlangsung cukup ketat. Satu formasi CPNS harus diperebutkan oleh 30 orang peserta. Jumlah peserta yang lolos seleksi administratif dan mengikuti tes kompetensi dasar menggunakan sistem CAT tercatat 54.600 peserta. Sedangkan formasi yang dibutuhkan 1.817 orang. Dengan demikian, satu peserta harus bersaing dengan 30 peserta lainnya untuk mendapatkan satu formasi CPNS atau jika dihitung persentase peluang lolosnya sebesar 3,3 persen.

 Tes dilakukan selama 19 hari terhitung mulai tanggal 8-26 Februari 2020. Di hari pertama, tes digelar sebanyak tiga sesi dan hari kedua hingga hari terakhir nanti digelar sebanyak lima sesi. Tiap sesi tes CAT diikuti 600 peserta. “Dibandingkan dengan tes di daerah lain, Provinsi Jatim ini peminatnya paling banyak," ujar Nurcholis.

Sementara itu terkait transparansi pelaksanaan tes, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jatim, Benny Sampirwanto mengatakan, transparansi pelaksanaan rekruitmen CPNS telah berjalan dengan baik, dimana semua pihak bisa langsung melihat hasil tesnya secara real time. Transparansi ini juga sebagai perwujudan Program Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, yakni Jatim Amanah.

"Pada poin Nawa Bhakti Bhakti kedelapan yakni Jatim Amanah, Pemprov Jatim menegaskan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, efektif, dan anti korupsi dengan berbasis IT,” pungkas Benny.(mus/rak)

(sb/mus/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia