Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ricuh Berujung Pembunuhan, Dewan Rekom Pentagon Tutup Sementara

13 Februari 2020, 14: 51: 09 WIB | editor : Wijayanto

TAK TERIMA: Keluarga Korban dan Kelompok Masyarakat Maluku Satu Rasa mendatangi DPRD Kota Surabaya meminta ketegasan Pemkot untuk menutup Pentagon Club.

TAK TERIMA: Keluarga Korban dan Kelompok Masyarakat Maluku Satu Rasa mendatangi DPRD Kota Surabaya meminta ketegasan Pemkot untuk menutup Pentagon Club. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Komisi A DPRD Kota Surabaya mengeluarkan rekomendasi atas penghentian sementara operasional tempat hiburan malam Pentagon Club yang berada di jalan Tegalsari tersebut. Rekomendasi penghentian operasional tersebut didasarkan atas kejadian pertikaian antar sesama pengunjung hiburan malam yang terjadi pada Kamis (6/2).

Dalam insiden tersebut satu orang meninggal dunia. Atas insiden tersebut keluarga korban dan juga kelompok masyarakat Maluku Satu Rasa mendatangi DPRD Kota Surabaya untuk meminta Pentagon ditutup.

Ketua Komisi A DPRD Kota Surabaya Pertiwi Ayu Krishna mengatakan pihak Pentagon harus menghentikan operasional karena izin keramaiannya sudah mendapatkan surat peringatan. 

"Karena jam tutupnya sudah melanggar. Yang harusnya aturannya tutup jam 03.00, tapi Pentagon tutup jam 04.00 melebihi batas waktu yang ditentukan," kata Bu Ayu, panggilan akrab Pertiwi Ayu Krishna.

Terkait kejadian pengeroyokan warga Maluku di Pentagon, pihaknya meminta Pemkot Surabaya, khususnya seluruh dinas terkait hiburan malam tegas dalam menegakkan Perda.

“Karena kami membuatnya perda tidak sebelah mata. Kami lakukan pengawasannya dan penertibannya di pemkot. Intinya, penutupan operasional Pentagon wajib dilakukan hingga permasalahan ini selesai,”tegasnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Budi Leksono menambahkan, Komisi A meminta pada instansi terkait untuk melakukan pengawasan terkait operasional serta perijinan tempat hiburan malam yang ada di Surabaya. Utamanya pada penegak Perda untuk tegas menegakkan aturan. Hal ini biar tidak terjadi di tempat hiburan malam lainnya di Surabaya.

"Jika penegakan Perda diberi kelonggaran tentu akan menjadi jujukan bagi tempat hiburan lainnya," katanya.

Sementara itu kuasa hukum Pentagon Club Julianto Simanjuntak menyampaikan, hasil hearing tentu akan merugikan bagi Pentagon. "Sejak terjadinya peristiwa itu, kami tidak buka sampai menunggu proses hukum selesai," katanya.

Untuk itu manajemen Pentagon meminta pihak kepolisian untuk secepatnya mengusut dan mengejar pelaku pengeroyokan. "Kami meminta agar kepolisian secepatnya mengusut kasus ini, supaya kami bisa buka kembali seperti semula," ucapnya.

Selama Pentagon tutup, diakui jelas kerugian akan timbul, dan ada 60 karyawan yang menggantungkan hidupnya di Pentagon. "Kami tetap akan mengikuti prosedural hasil resume hearing tadi. Cuman yang kami protes itu, kejadian tersebut terjadi di luar area Pentagon," terangnya.

Sementara itu, Pembina Maluku Satu Rasa, Piter Manuputty meminta dengan tegas izin Pentagon dicabut sembari menunggu proses penyelidikan selesai.  “Kalau secara pidana bersalah ada keterlibatan dari Pentagon, kami meminta pemkot harus menutup izin dari Pentagon tersebut,” ujarnya. (rmt/rud)

(sb/rmt/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia