Kamis, 27 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Sidoarjo

KPU Beri Bimbingan Pada Balon Yang Kesulitan Masukkan Data ke Silon

13 Februari 2020, 13: 36: 26 WIB | editor : Agung Nugroho

DIKELUHKAN: Sejumlah bakal calon perseorangan saat menghadiri sosialisasi pendaftaran dan tata cara penginputan data dukungan ke KPU Sidoarjo.

DIKELUHKAN: Sejumlah bakal calon perseorangan saat menghadiri sosialisasi pendaftaran dan tata cara penginputan data dukungan ke KPU Sidoarjo. (LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO-Sejumlan bakal calon (balon) perseorangan mengaku mengalami kesulitan saat melakukan input data dukungan ke dalam sistem informasi pencalonan (silon). Hal itu diungkapkan oleh salah stau bakal calon bupati Sidoarjo, Agung Sudiyono, saat ditemui di KPU Sidoarjo, Rabu (12/2) sore.

Agung mengaku, jika dirinya sudah memperoleh dukungan lebih dari 100 ribu. Saat ini proses penginputan dukungan itu ke dalam silon sedang berlangsung. Agung menuturkan, kemarin penginputan harusnya sudah mencapai 40 ribu dukungan. Namun saat dilihat, ternyata jumlahnya berkurang menjadi sekitar 15 ribu. “Sudah naik tiba-tiba turun lagi, sehingga kita konsultasikan ke KPU Sidoarjo,” ujarnya.

Namun, berdasarkan keterangan dari KPU Sidoarjo, jika hal itu sebenarnya hanya tertumpuk dan tidak berkurang. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan KPU Sidoarjo. Sehingga ketika merasa kesulitan dapat langsung dikonsultasikan kepada pihak KPU.

Balon perseorangan lainnya, Silahudin mengaku jika penginputan dukungan tersebut dinilai sudah tidak memungkinkan lagi. Padahal secara jumlah dukungan, pihaknya sudah memenuhi lebih dari yang ditetapkan KPU. Yaitu, sekitar 90.843 dukungan. “Kami sudah memperoleh sekitrar 120 ribu dukungan,” ujarnya.

Kecemasan dirinya bukan tanpa alasan. Sebab waktu pendaftaran balon perseorangan semakin dekat. Yaitu tinggal sepekan lagi. Pendaftaran balon perseorangan dibuka pada 19 -23 Februari.

Sementara itu, Divisi Teknis KPU Sidoarjo Miftakul Rohma mengakui, jika sejumlah calon kerap kali datang ke kantor KPU Sidoarjo untuk meminta bimbingan teknis (bimtek). Mifta menuturkan, jika entri data ke silon memiliki SOP. “Ternyata setelah kita analisa, ada yang satu desa dientri di beberapa komputer,” jelasnya. (far/vga)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia