alexametrics
Selasa, 31 Mar 2020
radarsurabaya
Home > Sidoarjo
icon featured
Sidoarjo

Dispendukcapil Sidoarjo Usulkan Lagi 98 Ribu Blangko

13 Februari 2020, 12: 58: 08 WIB | editor : Agung Nugroho

PRIORITAS: Sejumlah pelajar saat mengikuti rekam e-KTP dalam agenda jemput bola.

PRIORITAS: Sejumlah pelajar saat mengikuti rekam e-KTP dalam agenda jemput bola. (IST)

Share this      

SIDOARJO-Sejak 11 Januari hingga 10 Februari kemarin, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo telah mencetak sebanyak 34 ribu e-KTP. Jumlah tersebut setelah blangko e-KTP berhasil tersedia setelah sekitar tujuh bulan mengalami kelangkaan.

Plt Kepala Dipsnedukcapil Sidoarjo Reddy Kusuma mengatakan, jumlah tersebut sedikit mengurangi jumlah antrean cetak e-KTP yang sebelumnya membludak. Kendati demikian, jumlah antrean masih cukup banyak. Yaitu, sekitar 98 ribu. “Jumlah itu merupakan hasil suket yang tercetak,” katanya kepada Radar Sidoarjo, Rabu (12/2).

Untuk mengatasi jumlah antrean itu, Dispendukcapil Sidoarjo akan pergi ke Jakarta untuk yang keempat kalinya hari ini. Tujuannya, bakal kembali mengusulkan blangko sebanyak 89 ribu tersebut. Setelah mendapat jatah blangko, distribusipun langsung dilakukan.

Jumlah usulan itu, sesuai dengan sisa blangko yang sebelumnya diusulkan oleh Dispendukcapil Sidoarjo, ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Reddy menuturkan, pihaknya menargetkan antrean itu sesuai dengan target. “Artinya sebelum pilkades dan pilkada hal itu dapat segera tuntas,” ujarnya.

Kasi Inovasi Dispendukcapil Sidoarjo Latifa Indira Dewi menuturkan, ada sejumlah syarat yang harus diketahui oleh pemohon menyangkut cetak e-KTP. Di antaranya, pemohon harus datang sendiri, mengurus dan mengambil sendiri e-KTP yang sudah selesai cetak. 

Tujuannya, agar dalam prosesnya tak terjadi kesalahan. Di sisi lain, pihaknya memprioritaskan percetakan bagi remaja usia 17 tahun, yang baru pertama kali membuat e-KTP. Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan bagi perekaman dengan status siap cetak. “Termasuk yang hilang akibat bencana dan mengganti suket yang habis masa berlakunya,” ujarnya. (far/vga)

(sb/far/Nug/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia